1.500 Kopi Gratis di Warkop Tsunami untuk Kebangkitan Kota Palu

Berbagisemangat.com – Bukan sedang menerapkan konsep baru atau kekinian , warung kopi ini berdiri di atas puing-puing reruntuhan bangunan. Ya dinamakan Warkop Tsunami, gerai kopi ini berdiri di lahan bekas tsunami yang melanda Palu beberapa waktu lalu.

Warung Kopi didirikan oleh Sakai Sambaiyan Lampung bersama Chaphizta Never Die dan masyarakat di Pantai Talise Palu diatas puing – puing bekas tsunami di Jalan Komodo. Mereka menyajikan Kopi gratis bagi warga korban gempa dan tsunami.

Tempat yang dibuka dari jam 3 sore hingga jam 1 dini hari ini, juga menyuguhkan teh dan kacang rebus yang disajikan. Semua diberi gratis.

“Inshaallah, akan kita siapkan 1500 gelas kopi, dan 500 gelas teh, ini untuk masyarakat Palu harus bangkit dan move on, hari ke empat ini sudah sebanyak 746 gelas yang sudah habis tersaji,” tutur, Yodistara Nugraha, Pengurus Sakai Sambaiyan Lampung, Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan, warung ini dikelola oleh warga sekitar, sementara untuk kopi dan gula, serta gelasnya dibawa langsung oleh relawan dari Lampung. “Kami memfasilitasi agar perekonomian di sekitar pantai talise dan Kota Palu kembalih pulih pasca gempa dan tsunami,” tambah, Yodistara.

Relawan dan para warga disekitar berharap dengan adanya warkop ini dapat memotivasi masyarakat agar bisa bangkit dan kembali membangun Palu untuk lebih maju.

“Semoga masyarakat yang berkunjung ditempat ini, saling menguatkan, saling memotivasi untuk kembali membangun palu dan bangkit,” harapnya.

Kini kopi bukan hanya soal cita rasa dan Aromanya, namun tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat di Kota Palu, Kopi yang diseduh dan disajikan ternyata menjadi awal suatu kebangkitan, menghubungkan sesama, mengakrabkan suasana hingga membangun suatu optimisme di Kota yang berjuluk Mutiara di Khatulistiwa itu.

 

Please follow and like us:

Related posts