13 Tahun Menabung Berbekal Uang Rp 100 Ribu, Tukang Es Doger Di Jember Akhirnya Bisa Naik Haji Bareng Istri

Berbagisemangat.com – Pepatah di mana ada kemauan di situ ada jalan agaknya tepat untuk menggambarkan kisah hidup seorang tukang es doger di Jember, Jawa Timur yang akan segera naik haji. Bagaimana tidak, meski bekerja sebagai tukang es doger di Jember, ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk naik haji bersama sang istri.

Siapa sangka, niatan sang tukang es doger di Jember untuk naik haji ini baru terlaksana setelah ia menabung selama 13 tahun lamanya. Ialah Moehammad Hasim As’ari, sang tukang es doger di Jember yang baru-baru ini menjadi viral lewat kisah perjuangannya demi bisa naik haji.

Sebagai seorang Muslim, Hasim tentu ingin menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Meski tak lahir dari keluarga berada, pria paruh baya itu memiliki keinginan besar untuk bisa mengunjungi Kabah di Tanah Suci, Mekkah. Alhasil, Hasim rela menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa dari hasil berjualan es doger.

Kisah inspiratif Moehammad Hasim ini akhirnya terungkap lewat penuturannya di acara Insert Trans TV. Dilansir YouTube Trans TV Official (8/7/2019), Hasim menceritakan perjalanan panjangnya hingga akhirnya dapat naik haji tahun ini. Manisnya es doger yang ia jajakan ternyata tak semanis kisah hidup pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur ini.

Pasalnya, Hasim harus bersabar dan berusaha mengumpulkan biaya haji yang tak sedikit. Mau tidak mau, dirinya harus konsisten menabung selama 13 tahun. Apalagi bukan waktu yang singkat memang untuk menanti selama itu. Ia mulai menabung untuk biaya haji sejak 2006 dengan berbekal uang sebesar Rp 100 ribu.

“Ya menabung mulai dari sedikit-sedikit. Awalnya saya menabung tabungan haji. Buka rekening pertama itu Rp 100 ribu,” kenang Hasim.

Namun, Hasim dan istri membuktikan bahwa niat baik disertai usaha akan disertai hasil baik. Siapa sangka, ia mendapat limpahan rezeki selama berjualan es doger yang dinamainya Es Doger DPRD. Berkat kerja keras berdagang dari pagi hingga petang, ia akhirnya bisa menyisihkan Rp 500 ribu setiap bulannya.

“Tiap bulannya Alhamdulillah sekitar Rp 500 ribu,” ia menambahkan.

Kini, Moehammad Hasim tinggal memetik buah manis hasil kerja kerasnya. Ia dan sang istri akan segera menyusul rombongan calon jemaah haji 2019 asal Indonesia lainnya yang telah lebih dulu berangkat ke Arab Saudi sejak 6 Juli 2019 lalu.

Laiknya calon jemaah haji yang telah siap bertolak ke Tanah Suci, Hasim dan istrinya juga mempersiapkan segala pakaian dan perlengkapan. Di rumah petaknya yang berukuran sempit, ia dan sang istri telah menata barang-barangnya di sebuah koper berwarna hijau bertuliskan Kementerian Agama RI. Selamat menunaikan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur.

Related posts