2 Kali Hamil Mengalami Keguguran, Ibu Ini Mengalami Penyakit Yang Memperihatinkan

Berbagisemangat.com – Ibu bernama Ngatini asal Sambeng, Gunung Kidul ini membutuhkan uluran tangan para dermawan, khususnya bantuan dari Pemerintah.

Setelah 2 kali hamil kemudian mengalami keguguran, ternyata Ibu Ngatini mempunya riwayat penyakit yang memperihatinkan. Salah satu penyakit yang memperihatinkan antara lain Epilepsi bawaan sejak lahir. Dari kecil beliau selalu minum obat jika kambuh (kejang-kejang dan mengeluarkan busa). Namun ketika sudah dewasa Bu Ngatini tidak mau meminum obat lagi.

Epilepsi sendiri merupakan penyakit yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Kerusakan atau perubahan di dalam otak diketahui sebagai penyebab pada sebagian kecil kasus epilepsi.

Di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Tiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan impuls listrik. Pada kasus epilepsi, kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali.

Saat ini usia Bu Ngartini 28 tahun dan sudah menikah. Hamil pertama usia kandungan 3 bulan mengalami keguguran. Dan hamil kedua, ketika usia kandungan 7 bulan, Bu Ngatini mengalami kejang-kejang dan pingsan dari pukul 7 pagi sampai 3 sore.

Setelah diperiksa, Bu Ngatini terdeteksi sakit hipertensi, infeksi paru-paru, dan otak. Sehingga harus ditempuh operasi vacum untuk proses persalinannya. Namun bayi tidak selamat dan Bu Ngatini sampai saat ini masih dirawat di ruang ICU R.S Tegalyoso.

Keadaan Bu Ngatini perlahan sudah membaik. Namun masih belum bisa berbicara banyak dan hanya bisa meminum susu melalui infus. Biaya sudah ditanggung BPJS. Tetapi untuk keperluan lainnya seperti pampers dan lain-lain dengan biaya sendiri.

 

View this post on Instagram

 

BANTU BU NGATINI UNTUK SEMBUH DARI EPILEPSI . KRONOLOGI SAKIT: Bu Ngatini menderita sakit epilepsi sejak lahir. Dari kecil selalu minum obat jika kambuh (kejang-kejang dan mengeluarkan busa). Namun ketika sudah dewasa Bu Ngatini tidak mau meminum obat lagi. . Saat ini usia Bu Ngartini 28 tahun dan sudah menikah. Hamil pertama usia kandungan 3 bulan mengalami keguguran. Dan hamil kedua, ketika usia kandungan 7 bulan, Bu Ngatini mengalami kejang-kejang dan pingsan dari pukul 7 pagi sampai 3 sore. . Setelah diperiksa, Bu Ngatini terdeteksi sakit hipertensi, infeksi paru-paru, dan otak. Sehingga harus ditempuh operasi vacum untuk proses persalinannya. Namun bayi tidak selamat dan Bu Ngatini sampai saat ini masih dirawat di ruang ICU R.S Tegalyoso. . Keadaan Bu Ngatini perlahan sudah membaik. Namun masih belum bisa berbicara banyak dan hanya bisa meminum susu melalui infus. Biaya sudah ditanggung BPJS. Tetapi untuk keperluan lainnya seperti pampers dan lain-lain dengan biaya sendiri. . DATA DIRI: Bu Ngatini adalah istri dari Bapak Sumarno. Masih tinggal bersama Orangtua di Sambeng 3, RT 004/ RW 003, Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul. . Insya Allah Program @SemangatSedekah mengadakan penggalangan dana untuk Bu Ngatini sampai tanggal 21 Mei 2019. . KIRIM DONASI: bisa melalui transfer ke salah satu rekening resmi kami dibawah ini __________________________ BNI: 0611-2200-36 BNI Syariah: 811-2200-880 BRI: 2197-01001-6655-39 A/N: Rumah Berbagi Semangat . BCA: 0300-647-057 BRI Syariah: 103-142-6355 MANDIRI: 138-00138-73893 . A/N: Nur Azis Kurnianto Founder Berbagi Semangat Rekening 100% khusus donasi __________________________ Setelah transfer mohon untuk Mengirim Bukti dan Menuliskan . Nama_BU NGATINI_Nominal Kirim Konfirmasi via WA Admin Empat: 0858-5888-6888 . Donasi sahabat semua akan di audit oleh Yayasan Rumah Berbagi Semangat. Insya Allah donasi berapapun akan disampaikan kepada Bu Ngatini. . Bantu juga membagikan (share) dengan Like, repost atau tag sahabat baik lainnya di komentar. Semoga Allah membalas kebaikan sahabat baik semua, Aamiin . . Dukung Program @SemangatSedekah Untuk “Aksi Nyata Membantu Sesama” . . #BerbagiSemangat #Sedekah #Kemanusiaan

A post shared by SEMANGAT SEDEKAH (@semangatsedekah) on

Related posts