Penyesalan Seorang Tukang Bangunan

Alkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya
bekerja ikut pemborong.

Iapun bermaksud mengajukan pensiun
karena ingin memiliki banyak waktu
untuk keluarganya.

Si Pemborong berkata,
“Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu
satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.

Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.

Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
“Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku.”

Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan..

Saudaraku..
Ibadah yang kita kerjakan
di dunia ini, tak lain adalah ‘rumah’ yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.

Jangan sampai kelak kita menyesal
karena kita menempati rumah  yang kita bangun asal-asalan.
*.. Selamat beraktifitas saudaraku… Dan jadikan hidupmu berarti..

Semangat Perubahan

Related posts

Leave a Comment