Kejujuran Berujung Kesyahidan

Berbagisemangat.com – Kisah ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dalam sunannya dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam kitabnya Ahkamul Janaiz. Dari sahabat yang ma’ruf, Syaddad bin Al-Haad bahwasannya seorang lelaki dari Arab Badui datang kepada Nabi kemudian beriman kepadanya dan mengikuti ajarannya. Lalu orang itu berkata kepada Nabi, “Aku berhijrah untuk mengikuti ajaranmu.” Kemudian Nabi berpesan kepada para sahabat tentang orang tersebut.

Setelah kembali dari peperangan, Nabi memperoleh harta perang. Harta tersebut dibagi-bagikan untuk Nabi dan para sahabat. Orang Badui tersebut juga mendapat bagian. Tetapi ia tidak kelihatan karena sedang sibuk menggembalakan kambing sahabatnya.

Ketika suatu hari ia berada di tengah sahabat, ia disodori jatah harta ghanimah yang merupakan jatahnya.

Ia bertanya, “Apa ini?”

Para sahabat menjawab,“Bagian (jatah)mu yang disisihkan oleh Nabi.”

Ia mengambil jatahnya lalu mendatangi Nabi seraya bertanya, “Apakah ini?” Beliau menjawab,“Aku telah menyisihkannya untukmu.”

Sang Arab Badui berkata,“Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Jannah.”

Nabi bersabda, “Jika Engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah percaya dan akan menyampaikan keinginanmu.”

Selang beberapa hari,ia ikut serta memerangi musuh. Setelah itu datang seseorang menggotongnya karena terluka pada bagian lehernya.

Nabi bertanya,”Apakah ini orang Badui itu?” Para sahabat menjawab,“Benar.”

Nabi kemudian bersabda,“Ia jujur kepada Allah maka Allah memenuhi permintaannya.”

Nabi mengafaninya dengan jubah beliau,kemudian menshalatkannya. Di antara doa yang dipanjatkan Nabi, “Ya Allah, ini adalah hamaba-Mu, keluar dari kabilahnya untuk berhijrah menuju jalan-Mu, kemudian mati syahid karena terbunuh, dan aku menjadi saksi atas yang demikian itu.” (HR.Nasa’i)

Related posts

Leave a Comment