Dulu Ditolak Masuk Sekolah, Kini Pria Ini Jadi Pengusaha di Usia 23

Berbagisemangat.com – Dengan kemauan dan kerja keras, keterbatasan tak akan menjadi hambatan kesuksesan. Pria ini adalah buktinya. Meski lahir dengan kondisi tidak dapat melihat, ia berhasil membuktikan bahwa dirinya bukanlah orang yang tak berguna. Di usia muda, pria bernama Srikanth Bolla tersebut berhasil seorang jutawan yang punya empat pabrik di India.

Sejak saat dilahirkan, Srikanth telah menghadapi sejumlah tantangan. Karena terlahir buta, banyak orang di desanya menyarankan agar Srikanth dibuang saja. Untungnya, orangtua pria yang kini berusia 23 tahun tersebut tidak mengindahkan hal itu dan memutuskan untuk tetap merawatnya. Tak sia-sia, kini Srikanth sukses jadi pengusaha yang punya usaha bernilai Rp 100 miliaran.

Srikant adalah CEO dari Bollant Industries, sebuah organisasi yang memproduksi wadah eco-friendly. Tak hanya ramah lingkungan, Srikanth juga mempekerjakan orang-orang yang tidak berpendidikan dan memiliki kekurangan. Ia pun menganggap dirinya beruntung karena bisa jadi seorang jutawan meski lahir dari orangtua tak berpendidikan.

“Dunia melihatku dan berkata ‘kamu tidak bisa melakukan apa-apa,’ Aku melihat balik kepada dunia dan berkata ‘Aku bisa melakukan apapun,'” ungkapnya dilansir Your Story.

Dulu Ditolak Masuk Sekolah, Kini Pria Ini Jadi Pengusaha di Usia 23

Tentu saja kesuksesan Srikant tidak didapatkan dengan mudah. Sedari kecil, ia sudah menemui sejumlah tantangan. Srikant mengaku sempat ditolak untuk masuk sekolah karena tidak bisa melihat. Tinggal di desa juga membuatnya harus berjalan sejak 5 km untuk mencapai sekolah.

“Tidak ada yang tahu kehadiranku. Aku diberi duduk di bangku terakhir. Aku tidak berpartisipasi di kelas olahraga. Itulah waktu di mana aku merasa sebagai anak termiskin di dunia. Bukan karena kurang uang tapi kesepian,” kata Srikant yang setelah itu dipindahkan ayahnya ke sekolah anak berkebutuhan khusus.

Dan ternyata Srikant adalah murid yang pandai. Ia dikatakan sering menjadi juara bahkan mahir bermain catur dan cricket. Meski begitu, Srikant pernah ditolak untuk masuk kelas sains karena keterbatasannya. “Apa karena aku terlahir buta? Tidak, aku menjadi buta karena persepsi orang. Aku menuntut pemerintah dan berjuang selama enam bulan,” tutur Srikant.

Dan dengan kerja keras, anak petani itu pun menjadi mahasiswa internasional pertama yang masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), AS. Kini, ia bukan hanya pengusaha namun dermawan. Dikatakan jika Srikant mendirikan wadah pelayanan untuk merehabilitasi, merawat, dan mengintegrasi orang-orang yang ‘berbeda’ di India.

Related posts

Leave a Comment