Terenyuh, Remaja Pungut Sampah Demi Kesembuhan Ibu Angkat

Berbagisemangat.com – Remaja itu baru berusia belasan. Tapi pengabdiannya pada orang tua angkatnya benar-benar membuat hati terenyuh. Meski tak ada setetes darah ibu maupun ayah mengalir di tubuhnya, rasa kasih sayangnya tak terbatas.

Remaja belasan itu bernama Wangzhen. Usianya baru 12 tahun dan berasal dari Nanyang, Henan, China. Remaja seusianya biasa menghabiskan waktu dengan bermain. Namun tidak untuk Wangzhen.

Siang dan malam dia harus bekerja. Mencari uang dari tumpuhan sampah dan menjualnya ke tukang loak. Uang itu bukan untuk belanja. Semua disisihkan untuk ibu angkatnya.

Wangzhen baru berusia dua tahun saat ibunya meninggalkannya. Kondisi semakin sulit saat Wangman, sang ayah mengalami kecelakaan fatal. Tanganya terpotong saat bekerja di sebuah proyek konstruksi.

Neneknya telah mangkat 9 tahun lalu dan meninggalkan tumpukan utang untuk keluarga. Dan semua penderitaan itu seolah hilang saat seorang wanita mengangkatnya sebagai anak.

Wanita itu bernama Liang Yingchun. Dia hadir dalam kehidupan Wangzhen dan sang ayah. Mereka bertiga hidup bahagia saat itu. Sampai cobaan baru mendera mereka.

Liang didiagnosa mengidap kanker darah, leukimia. Sejak mendapat perawatan di rumah sakit, Wangzhen-lah yang menjaganya. Memberi makan bahkan menyeka keringat saat udara sangat panas.

Untuk membantu biaya berobat karena pendapatan ayah yang pas-pasan, Wangzhen selalu keliling kota. Mencari sampah-sampah berharga untuk dijual ke pasar penampungan terdekat.

” Dari setengah hari mengumpulkan sampah, saya bisa mendapatkan 2,50 yuan. Bibi Liang, sang ibu angkat, telah merawat saya dan kakek dengan baik. Kali ini, dokter mengatakan jika sakitnya tak dirawat dia bisa meninggal. Saya tak tega melihat dia meninggal jadi saya berusaha mencari uang untuk perawatannya,” kata Wangzhen.

Di tengah kesulitan hidup, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Wangzhen akan selalu tersenyum jika orang menyebut nama ibu angkatnya.

Please follow and like us:

Related posts