Celana Tiga Anak Ini Robek Akibat Bermain, Sampai di Rumah Reaksi Ketiga Ibu Mereka Bisa Mempengaruhi Masa Depan Mereka!

Berbagisemangat.com – Tiga orang bocah sedang bermain di hutan, dan tanpa sengaja celana mereka pun robek saat bermain dengan senangnya.

Dihadapkan dengan lubang di celana dan wajah cemas anak-anak, tiga orang ibu ini pun mengatasi hal itu dengan sikap yang berbeda.

ILUSTRASI. (Internet)

Ibu pertama mengangkat tangannya dan langsung menampar anaknya diiringi dengan teguran keras.

Kemudian menyimpan celana anaknya yang robek, lalu memperingatkan anaknya dengan suara lantang, “Lain kali tidak boleh lagi bermain di hutan! ”

Ibu kedua tidak memarahi juga tidak memukul, diam-diam ia menjahit celana anaknya yang robek, hingga meninggalkan bekas jahitan pada celananya.

ILUSTRASI. (Internet)

Sedangkan ibu ketiga menghibur anaknya, “Tidak apa-apa, siapa sih yang tidak suka bermain? Nenekmu bilang ayahmu bahkan lebih nakal daripada kamu semasa kecilnya”.

Kemudian sang ibu menjahit celana anaknya yang robek dengan dengan pola sekuntum bunga yang indah, seakan-akan memang ada gambar bunga di celananya itu.

Masalah yang sama, namun, karena menggunakan tiga solusi yang berbeda, sehingga hasilnya pun tidak sama.

Ibu pertama membuat anaknya merasa takut dan kecewa, sehingga anak itu mau tidak mau harus hidup dibawah paksaannya.

ILUSTRASI. (Internet)

Ibu kedua standar/biasa-biasa saja, anak-anak mendapatkan lingkungan hidup alami.

Ibu yang ketiga adalah seorang pendidik yang hebat, dia menggunakan sulaman bunga untuk membangklitkan imajinasi yang indah pada anaknya.

Senyumnya memberi toleransi yang lebih besar pada anak itu, membuat si anak tetap percaya diri dan kreatif.

ILUSTRASI. (Internet)

Jika kita sedikit lebih toleran dan lebih banyak memotivasi, akan bisa meningkatkan kepercayaan diri anak-anak.

Setiap kata, tindakan, atau bahkan ekspresi wajah orang tua dapat menjadi faktor yang mempengaruhi anak, dan mereka mungkin akan menjadi lebih berhati-hati karena itu, atau mungkin menjadi lebih percaya diri dan toleran.

Dalam kehidupan nyata, cukup banyak tipe ibu seperti ibu pertama dalam cerita di atas itu, sedangkan tipe ibu kedua tidak banyak, dan sangat jarang ada tipe ibu ketiga seperti di atas.

Jadi, orang tua seperti apakah yang Anda inginkan?

Related posts