Kisah Wanita Bekasi Memutuskan Muallaf Gara-gara Mati Lampu

Berbagisemangat.com – Tidak mudah untuk seseorang memutuskan Muallaf. Seperti wanita asal Bekasi ini Muallaf setelah mengalami kejadian unik yang membuatnya yakin untuk memeluk Islam, seprti yang dikutip dari wolipop dibawah ini ;

Mirna (nama disamarkan) merupakan wanita setengah baya yang menceritakan pengalamannya kepada Wolipop.com mengenai kisahnya menjadi  muallaf.

Mirna mengaku masuk Islam ketika masih duduk di bangku SMA. Wanita keturunan Tionghoa ini dilahirkan dari orangtua yang beragamalain dari islam.

Namun kedua orangtuanya meninggalkan dunia waktu mirna masih kecil disebabkan kecelakaan.  Selanjutnya Mirna pun diasuh oleh adik kandung ibunya.

Sebelum Muallaf, Mirna yang terlahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara itu menceritakan kalau dia tumbuh dalam keluarga yang kurang religius dalam beragama.

Oleh karena itu, Mirna sangat jarang diajak beribadah oleh orangtua angkatnya. Walau demikian, kadang kala kakak kandung Mirna mengajaknya  melakukan ibadah bersama-sama.

Disebabkan kurangnya pengetahuan dalam beragama menjadikan Mirna merasa terombang-ambing.

Sampai pada suatu hari Mirna mulai mengenal Islam di sekolahnya dan dirinya  memilih untuk tetap berada di kelasnya padasaat pelajaran Agama Islam berlangsung.

Mirna mengatakan bahwa sekolahnya mengizinkan untuk siswi-siswi yang bukan Islam untuk dapat keluar kelas ketika pelajaran agama Islam.

Tidak ada yang ngajarin agama di rumah, ibu angkat saya soalnya penganut  kejawen.

Dan waktu sekolah SMA itu di negeri, saat pelajaran Agama Islam, siswi yang bukan Islam boleh keluar kelas.

Tapi waktu itu saya nggak keluar karena lagi malas ya.

Jadi saya ikutin aja pelajarannya dan ternyata malah ada ketertarikan dari hati saya.

Besoknya ketagihan lagi, ikutin lagi pelajaran Agama Islam sampai saya hapal surat-surat pendek ama, doa salat,

kata Mirna kepada Wolipop saat ngobrol bersama.

Sejak mulai mengikuti pelajaran Agama Islam, Mirna mulai bimbang dengan keyakinannya sendiri.

Mirna pun sering berdiskusi dengan siswi-siswi lainnya yang muslim.

Mirna mengaku sudah ingin Muallaf tapi masih ada keraguan mengelilinginya  khawatir soal keluarga serta keyakinannya sendiri.

Keraguan terus terselip di hati Mirna hingga pada saat ada kejadian mati lampu yang akhirnya membuat Mirna yakin dan memutuskan  untuk Muallaf.

Mungkin terdengar unik tapi itulah yang Mirna alami.

Wanita asal Bekasi ini menceritakan kalau rumah ibu angkatnya dulu  memang terkenal agak angker.

Sebab itu, Mirna jarang berani tinggal sendirian di rumah.

Tapi suatu ketika, ada momen di mana Mirna ‘terkurung’ seorang diri di kamarnya tanpa ada yang menemaninya saat mati lampu.

Dulu salah satu rumah ibu angkat saya memang agak seram. Pernah sempat dikontrakin tapi belum habis masa ngontraknya mereka sudah pindah. Katanya sih sering diganggu makanya mereka gak betah.

Saya juga nggak pernah berani sendirian di dalam rumah itu. Sampai waktu itu, saya dan kakak-kakak lagi ngobrol di teras. Terus saya masuk ke dalam rumah sendirian pengen masuk ke kamar.

Eh tiba-tiba mati lampu, saya sangat ketakutan luar biasa sampai gak berani keluar kamar,” cerita Mirna.

Waktu lagi ngerasa takut, sampai keluar keringat dingin, Mirna ingat omongan guru Agama Islamnya di sekolah.

Gurunya pernah mengajarkan kalau merasa takut akan sesuatu segeralah baca surat-surat pendek.

Karena Mirna sudah hapal surat Al-Fatihah, Al-Falaq dan An-Nas maka Mirna mencoba mempraktekkannya.

Setelah membaca surat-surat itu, mendadak ketakutan hilang, merasa ada yang jagain.

Mirna baru berani keluar kamar dan merasa tenang kayak lagi gak mati lampu aja.

Pada saat itulah  hatinya terbuka akan hidayah-Nya dan akhirnya Mirna memutuskan untuk Muallaf.

Akhirnya besoknya pas masuk sekolah saya bilang ‘Pak, saya mau masuk Islam’.

Di depan kelas saya disuruh baca 2 kalimat syahadat,” kata wanita yang sekarang sudah bekerja di salah satu bank swasta di daerah Bekasi itu.

Setelah dia memutuskan untuk muallaf maka dia pun meminta bimbingan kepada guruny selanjtnya  Mirna pun mengaku kepada orangtua angkatnya.

Mirna mengatakan kalau orangtua angkatnya tidak keberatan akan kenyataan tersebut.

Begitu juga dengan kedua kakak kandungnya juga menyerahkan semua keputusan kepada Mirna.

Mirna pun merasa lega hingga sekarang ini, dan dia mengaku tak pernah menyesal setelah memutuskan Muallaf.

“Alhamdulillah, mungkin hidayah-Nya di situ. Kalau orangtua angkat sih terserah saja agama saya yang penting jangan lupa dengan keluarga.” akhir katanya.

[Berbagisemangat.com/wanitamuslimah]

Related posts