Nenek Aishah, Mahasiswa Berusia 70 Tahun yang Tak Pernah Menyerah

Berbagisemangat.com – Ada ungkapan yang mengatakan, ‘Belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air’.

Sebenarnya, ungkapan ini untuk memotivasi anak muda agar giat belajar dan menuntut ilmu.

Masa muda hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan.

Namun, bukan berarti orang yang sudah memasuki usia senja sudah terlepas tanggung jawabnya untuk menuntut ilmu.

Banyak orang yang sudah berusia, berlindung dari kewajiban belajar dengan ungkapan ini.

Tapi tidak dengan seorang nenek satu ini.

Dilansir Grid.ID dari artikel terbitan New Straits Times tanggal 13 April 2018, seorang nenek berusia 70 tahun tak menyerah untuk menjadi mahasiswa.

Wanita tersebut bernama Aishah Hamad.

Ia adalah seorang ibu tunggal dengan delapan anak.

Aishah berasal dari Bandariang, Grik, Lenggong, Malaysia.

Ia terdaftar sebagai seorang mahasiswa di sebuah univeritas.

Aishah mengambil jurusan tentang pelabelan di kampus Kolej Komuniti Lenggong.

undefined
Peresmian kampus tempat nenek Aishah belajar

Alasannya? Dia ingin tahu cara membuat logo untuk produk ‘ikan pekasam’.

Ikan pekasan adalah salah satu jenis produk ikan asin, yang telah menjadi bisnis utama bagi Aishah selama lima tahun terakhir.

Aishah, dikenal di komunitasnya sebagai ‘Opah’, atau nenek.

Ia mengatakan bahwa ia selalu bermimpi untuk memiliki logo sendiri pada produknya.

Kini ia bertekad untuk mewujudkan impian tersebut dengan belajar di kampus.

“Anak-anak saya telah membawa produk saya ke mana-mana (untuk dipasarkan). Saya percaya inilah saatnya bagi saya untuk meluncurkan logo saya sendiri dan memperkenalkan produk saya sendiri melalui saluran yang tepat, ”tambahnya.

Dia mengatakan, setelah mengetahui bahwa lembaga Kolej Komuniti Lenggong memiliki jurusan pelabelan, dia mengambil inisiatif untuk mendaftar sebagai siswa.

Aishah mengatakan hal itu rumit pada awalnya.

Terutama karena dia tidak pernah menggunakan komputer sebelumnya.

“Meskipun itu masih agak sulit, saya bersemangat dan sekarang, saya tidak bisa berhenti menjelajah,” kata Aishah.

Ia belajar selama lima jam tiap harinya.

Aishah mengatakan orang cenderung menyamakan inovasi dengan pemuda.

“Tetapi kreativitas bukanlah satu-satunya yang melestarikan kaum muda di bidang apa pun. Tidak ada alasan mengapa orang yang lebih tua tidak seharusnya berperan dalam merancang masa depan,” ujarnya.

“Usia sama sekali bukan hambatan. Anda harus melihat peluang yang Anda miliki dan mengambilnya, ”kata Aishah.

Ia menjadi mahasiswa tertua di perguruan tinggi tersebut.

Please follow and like us:

Related posts