Pesepak Bola Muslim Ubah Wajah Liga Inggris

Berbagisemangat.com – Tahukah jika Liga Inggris sekarang ini semakin banyak menghadirkan pemain-pemain Muslim di setiap pertandingannya? Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, pesepakbola Muslim di ajang Liga Inggris kini sudah hampir merata di setiap klub.

Ini merupakan fenomena baru di dunia persepakbolaan Inggris yang selama ini jarang menampilkan pemain Muslim.

Lebih menarik lagi, para pemain Muslim ini merupakan idola dari masing-masing pendukung klub yang berlaga di Liga Inggris.

Para pendukung tidak lagi melihat agama atau ras pemain pujaan mereka. Mereka mendukung berdasarkan penampilan yang ditunjukkan para pemain tersebut. Mereka mendukung pemain Muslim pujaan mereka tanpa ada unsur Islamophobia.

Saat ini, nama-nama besar seperti Mohamed Salah, Paul Pogba, dan Mesut Ozil adalah pemain Muslim yang sangat dihormati oleh pendukung fanatik mereka.

Pemain yang memiliki dampak terbesar pada para pendukung klub diwakili oleh Salah. Dia adalah seorang pemain yang diberi julukan Raja Mesir oleh pendukung Liverpool.

Performa membanggakan Salah musim ini telah membuat penggemar Liverpool mengubah lirik lagu grup musik James berjudul Sit Down menjadi lirik ajakan ikut Salah kemasjid

Eropa Makin Terbuka Terhadap Islam

 

Kehadiran pemain Muslim di kancah Liga Inggris ini mencerminkan toleransi dan keterbukaan komunitas Eropa terhadap umat Islam melalui sepakbola.

Perkembangan ini memang sangat positif mengingat keadaan yang berlangsung di seluruh dunia di mana ancaman kebencian terhadap Islam masih meluas.

Sebelumnya, dunia sepakbola acapkali dibayang-bayangi masalah rasial ketika pemain berkulit hitam sering menjadi korban fitnah kulit putih.

Bahkan masalah ini sekarang membayangi Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia Juni mendatang. Seperti diketahui, penggemar sepakbola Rusia identik dengan perilaku rasis terhadap pemain kulit hitam.

Namun, situasi itu bukan masalah di Inggris dengan kehadiran banyaknya pemain kulit hitam dari berbagai agama dan negara dari seluruh dunia di Liga Inggris.

Aksi Sujud Tak Lagi Dianggap Aneh

 

Yang lebih membanggakan, aksi melakukan sujud syukur atau menengadahkan tangan ke atas setelah mencetak gol sudah bukan lagi hal yang aneh bagi komunitas Inggris sejak kehadiran para pemain Muslim ini.

Selain Salah, Pogba dan Ozil, ada banyak lagi pemain Muslim yang diberi kepercayaan untuk bermain di Liga Inggris. Perilaku mereka juga memberi contoh yang baik kepada penggemar sepakbola Inggris.

Misalnya, Salah dan rekan timnya di Liverpool, Sadio Mane lebih cenderung melakukan sujud syukur setelah mencetak gol. Selain mereka, Pogba terkenal karena tindakannya yang menyumbangkan sebagian besar gajinya ke organisasi amal.

Demikian juga dengan pemain Leicester City, Riyad Mahrez, yang dikenal kerap melakukan hal yang sama dengan Pogba.

Melalui sebuah artikel yang ditulis oleh aktivis dan penulis Nabila Ramdani di The Guardian, seorang pemain Muslim yang bermain di Inggris dapat dianggap sebagai teladan bagi industri bernilai puluhan miliar poundsterling itu.

Dalam tulisan-tulisannya, Nabila mengatakan bahwa ketika beberapa dari mereka dengan bangga memamerkan tato atau gaya rambut, beberapa pemain Muslim berbagi foto saat melakukan Umrah, Haji atau membaca Alquran.

Bungkam Tuduhan Islam Agama Kekerasan

Citra yang ditampilkan mereka selama ini bertentangan dengan klaim negatif dari kelompok pendukung Football Lads Alliance (FLA) yang membenci pemain Muslim.

Nabila menambahkan FLA rupanya belum bisa move on dari zaman mengejek dan mencemooh pemain kulit hitam dengan bersuara seperti monyet atau melontarkan kata-kata kasar kepada pemain yang mereka benci.

” FLA biasanya sangat kompak dengan kelompok English Defence League yang katanya setia kepada Angkatan Bersenjata Inggris. Tetapi banyak dari anggota mereka yang dipenjara karena berbagai pelanggaran kriminal, termasuk kekerasan ekstrem,” katanya dalam artikel itu.

Nabila juga mengatakan bahwa banyaknya pemain Muslim di Liga Inggris secara otomatis membungkam tuduhan bahwa kekerasan hanya datang dari Islam.

Fenomena ini sebenarnya sangat membanggakan bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama para penggemar sepakbola.

Ini juga menunjukkan bahwa sepakbola tidak dilihat dari warna atau agama. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat tertinggi jika memiliki bakat.

Dan secara tidak sadar, para pemain ini sebenarnya sudah melakukan dakwah dan menunjukkan contoh seorang Muslim yang baik ke seluruh dunia.

Please follow and like us:

Related posts