Dari Berjualan Korek Api, Rusdi Mampu Sekolahkan Empat Anaknya Sampai Lulus SMK

Berbagisemangat.com – Rudsi (62) ‎adalah pedagang korek api gas yang berjualan di sebuah halte di Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Deretan korek api berbagai model itu dijajarkannya di dalam koper kayu miliknya.

Selain menjual berbagai model korek api, Rusdi juga menyediakan jasa isi ulang korek gas dan tempat rokok.

Harga korek api yang dijualnya pun bervariasi. Mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 50 ribu.

‎Sedangkan untuk jasa isi ulang korek api seharga Rp 2 ribu sekali isi.

“Sudah lebih dari 20 tahun, saya jualan korek di tempat ini,” ujar Rusdi saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (16/4/2018).

Rusdi menyebut penghasilannya sebagai penjual korek api saat ini jauh menurun ketimbang puluhan tahun silam.

‎Pasalnya, sekarang perokok lebih banyak menggunakan korek api biasa ketimbang korek gas model zippo.

“Paling sekarang satu hari dapet Rp 50 ribu saja sudah bersyukur,” kata Rusdi.

Meski begitu, pria kelahiran Padang, Sumatera Barat itu tetap setia menjalani pekerjaan ini.

Rusdi tak lupa lantaran berjualan korek api ini lah ia mampu menyekolahkan ke empat anaknya hingga lulus SMK.

Menurutnya, membiayai sekolah pada puluhan tahun silam jauh lebih berat ketimbang saat ini.

Terlebih, jarak usia anak-anaknya hanya terpaut satu tahun.

Bahkan ijazah anak-anaknya pun sempat ditahan pihak sekolah lantaran belum membayar uang SPP.

“Jadi pas yang anak pertama kelas 3 SMK, yang kedua itu kelas 2 SMK dan yang ketiga kelas 1 SMK. Kebayang kan waktu itu sulitnya gimana pas mau ujian,” kata Rusdi.

“Dulu kan sekolah itu bayar. Enggak kaya sekarang ada KJP (Kartu Jakarta Pintar). Kadang kalau mau ujian tuh saya harus datang dulu ke sekolah karena belum ada biaya,” tambahnya.

Kini ke empat anak Rusdi telah bekerja dan tiga diantaranya sudah berkeluarga.

‎”Alhamdulilah sekarang sudah mandiri semua. Makanya saya cari duit tinggal buat makan sama bayar kontrakan aja,” ucapnya.

Please follow and like us:

Related posts