Anak Penjual Cilok Jadi Wisudawan Terbaik Unair, Kini Bermimpi Bisa S2 Ke Swedia

Berbagisemangat.com – Tumbuh di lingkungan sederhana dengan ayah yang bekerja sebagai penjual cilok tak menyurutkan semangat Nur Syamsiyah untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya di Unair.

Bahkan, Nur Syamsiyah bisa menjadi wisudawan terbaik Unair. Selama empat tahun kuliah di Universitas Airlangga, putri pertama dari empat bersaudara pasangan Sutrisno dan Erna itu lulus dengan predikat wisudawan terbaik Unair periode September 2018.

Wisudawan S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini berkuliah dengan beasiswa Bidikmisi. Meski jadi wisudawan terbaik, Nur Syamsiyah ternyata juga aktif dalam organisasi mahasiswa.

“Dari semester pertama sudah mengatur timeline perkuliahan. Awal tahun kuliah saya gunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus. Aktif di organisasi Mapanza, AUBMO (Organisasi Bidikmisi Unair), selanjutnya berusaha aktif di luar kampus,” urai gadis asal Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur ini.

Yang lebih hebat, Nur Syamsiyah juga tak sekedar kuliah. Untuk mengurangi beban orang tuanya, ia juga membiayai ketiga adiknya. Caranya, Ia rutin mengikuti berbagai lomba. Lewat lomba itu, dia bisa memperoleh beragam hadiah jika menjadi juara.

“Paling banyak lomba debat, sampai ketagihan. Di lomba debat, saya belajar banyak cara mengungkapkan pendapat dan argumen,”

“Saat debat dan dilihat banyak orang dan dewan juri, harus bisa ngomong santun, menarik, dan memberikan solusi untuk permasalahan yang sedang diperdebatkan. Itu membuat saya ketagihan,” lanjut gadis yang akrab dipanggil Syam ini.

Tawaran S2 Gratis

Setelah jadi wisudawan terbaik, Nur Syamsiyah mendapat tawaran untuk melanjutkan Studi S2 di Unair tanpa tes dan bebas SPP. Ia pun merasa terhormat mendapat tawaran dari rektor Unair untuk melanjutkan studi. Tapi, ia memiliki mimpi bisa mengambil S2 di Swedia.

“Ada universitas impian saya, Lund University yang saya ingin ambil, studi tentang pembangunan. Saya juga membuka peluang-peluang yang mungkin bisa saya ambil,”jelasnya.

Perasaan bangga dan haru menyelimuti kedua orang tua Syam, setelah mendapat undangan khusus pada wisuda. Kini keduanya diundang langsung oleh Rektor Unair.

Ibu Syam, Erna, mengungkapkan rasa syukur, bangga yang tidak bisa diungkapkan karena bisa diundang rektor.  Perasaan bangga dan haru menyelimuti kedua orang tua Syam, setelah mendapat undangan khusus pada wisuda.

Kini keduanya diundang langsung oleh Rektor Unair. Ibu Syam, Erna, mengungkapkan rasa syukur, bangga yang tidak bisa diungkapkan karena bisa diundang rektor. Dekan FISIP Unair, Falih Suaedi, mengungkapkan Syam adalah mahasiswa terbaik karena memiliki IPK nyaris sempurna 3,90.

“Syam adalah mahasiswa Bidikmisi, dengan capaian kredit prestasi yang tinggi, juga banyak pergi ke luar negeri. Pak rektor secara spontan menawarkan Syam bisa S2 dengan SPP gratis dan bebas tes. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi mahasiswa Bidikmisi lainnya,” ungkapnya.

Please follow and like us:

Related posts