Anak Penjual Cilok Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

Berbagisemangat.com – Tumbuh di lingkungan sederhana dengan ayah yang bekerja sebagai penjual cilok tak menyurutkan semangat Nur Syamsiyah untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya.

Selama empat tahun kuliah di Universitas Airlangga (Unair), putri sulung pasangan Sutrisno dan Erna itu lulus dengan predikat wisudawan terbaik.

Syam memiliki IPK nyaris sempurna, yaitu 3,90. Wisudawan S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini kuliah dengan beasiswa bidikmisi. Hal itu menjadikan dia bisa lebih fokus pada perkuliahan.

“Saya sudah mengatur timeline perkuliahan sejak semester pertama.”

“Awal tahun kuliah saya gunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus.”

“Aktif di organisasi Mapanza, Organisasi Bidikmisi Unair (AUBMO). Lalu saya berusaha aktif di luar kampus,” urai Syam

Untuk mengurangi beban orang tuanya, gadis asal Pagesangan, Surabaya ini rutin mengikuti berbagai lomba. Selain bisa menyalurkan ide dan gagasan melalui lomba tersebut, dia juga bisa memperoleh beragam hadiah jika menjadi juara.

“Saya paling banyak ikut lomba debat. Bahkan saya sampai ketagihan.”

“Di lomba debat, saya belajar banyak cara mengungkapkan pendapat dan argumen.”

“Saat debat dan dilihat banyak orang dan dewan juri, harus bisa ngomong santun, menarik, dan memberi solusi untuk masalah yang diperdebatkan,” lanjutnya.

Kini dia mendapat tawaran untuk studi S2 di Unair tanpa tes dan bebas SPP. Tetapi dia bermimpi bisa S2 di Swedia.

“Ada universitas impian saya, yaitu Lund University. Saya juga membuka peluang yang mungkin bisa saya ambil,” jelasnya.

Ibunda Syam, Erna bersyukur, dan bangga terhadap prestasi anaknya.

“Walaupun dari keluarga tidak mampu, Syam punya semangat. Orangtua hanya bisa mendukung asal dia bertanggung jawab,” ujar Erna.

Related posts