Bak Film Horor, Ibu Ini Terkunci Sendirian Dalam Pesawat Yang Gelap Gulita Setelah Ketiduran Sejenak Di Penerbangan

Berbagisemangat.com – Setiap orang pasti punya ketakutan sendiri saat terbang menggunakan pesawat.

Namun, pernahkah terbayangkan jika kita terjebak di dalam pesawat, sendirian, tanpa cahaya sedikitpun?

Mimpi buruk itu lah yang dirasakan seorang ibu bernama Tiffani Adams.

Pengalaman mengerikan Tiffani Adams ini akhir-akhir ini menjadi viral di media sosial dunia.

Ibu dua anak asal Kanada ini terjebak di dalam pesawat yang gelap gulita selama semalam.

Keadaan mengerikan ini diperparah lagi dengan riwayat penyakit insomnia yang diidap Tiffani.

Mengutip Daily Mail, Tiffani Adams seharusnya hanya akan terbang selama 90 menit saja, dari Kota Quebec ke Toronto, Kanada pada Minggu (9/6/2019) lalu.

Tiffani terbang menggunakan maskapai Air Canada.

Namun, 90 menit itu berubah menjadi mimpi terburuknya setelah ia tak sengaja tertidur ketika terbang.

Anehnya, hingga pesawat mendarat dan terparkir di terminal bandara, tak ada seorang pun awak kabin yang membangunkan Tiffani.

Ketika terbangun, Tiffani menemukan dirinya masih di dalam pesawat yang mati, dengan kondisi gelap gulita dan sulit melihat apapun.

Saking sulitnya melihat, Tiffani merasa bahwa dia berada di dalam mimpi buruk yang tak berhenti.

“Aku pikir aku sedang bermimpi buruk,” ingat Tiffani ketika bangun di dalam kabin pesawat.

Terbangun dalam kondisi itu, otomatis membuat Tiffani panik bukan kepalang.

“Aku mencoba mengendalikan nafasku demi mengurangi kepanikanku. Aku juga mencoba mengisi daya HP-ku, tapi sayangnya pesawat dalam kondisi mati,” jelasnya.

Berusaha keluar dari pesawat, Tiffani mencoba meraba-raba seisi kabin sampai ia menemukan sebuah senter.

Berawal dari senter, ia mulai mencari buku manual untuk membuka pintu pesawat.

Kebahagiaannya bisa membuka pintu pesawat tak berlangsung lama, setelah Tiffani menemukan fakta jika dirinya berdiri 15 meter di atas tanah.

Kepalang panik, Tiffani nekat duduk di tepi pintu pesawat sambil mengirimkan sinyal SOS dengan nyala lampu senter demi bisa menarik perhatian orang-orang di luar.

Usahanya berhasil, seorang petugas bandara pun buru-buru menolongnya.

Berdasarkan pengakuan Tiffani, sang petugas bandara syok dan bertanya-tanya bagaimana awak kabin bisa meninggalkannya sendirian di dalam pesawat.

Kini, Tiffani mempertanyakan pelayanan pihak maskapai Air Canada atas pengalaman buruknya itu.

“Ketika kursiku bergerak 1cm atau meja makanku terbuka, awak kabin tahu. Tapi mengapa mereka bisa melupakan penumpang dan langsung pergi pulang dari pekerjaan mereka,” tulis Tiffani.

Pihak maskapai Air Canada sendiri, langsung menghubungi Tiffani sebanyak dua kali untuk meminta maaf.

Mungkin kejadian ini aneh dan cukup konyol, tapi bagi Tiffani, terjebak di dalam pesawat sendirian bukan lah hal yang bisa dijadikan lolucon.

“Hingga saat ini, aku masih tidak bisa tidur dan terus bermimpi buruk. Aku juga menjadi phobia dengan ruangan terkunci dan tempat yang gelap,” tutupnya.

Related posts