Beredar Potret Perjuangan Warga Landak Tandu Ibu Melahirkan Di Jalan Tanah Yang Rusak

Berbagisemangat.com – Beredar unggahan momen perjuangan waga Landak yang harus tandu ibu melahirkan melalui jalan rusak.

Potret memilukan seorang ibu habis melahirkan harus ditandu melewati jalan di pedesaan yang rusak parah kembali menjadi perbincangan di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Mareo, Desa Sampuro, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Seorang warganet mengabarkan bahwa masyarakat Mareo harus menandu seorang ibu yang baru saja melahirkan untuk dibawa kembali ke rumahnya.

Akun dengan nama Beni Beni membagikan momen warga menandu seorang ibu dengan berjalan kaki.

Ibu yang belum diketahui namanya itu, tampak terlihat duduk di dalam sarung yang tergantung di antara kayu yang membentang.

Kayu tersebut digotong beberapa warga dan kemungkinan secara bergantian membopongnya.

Tampak warga lainnya juga membawa kursi yang mungkin dipergunakan saat istirahat untuk ibu melahirkan itu duduk.

Belum diketahui ibu itu melahirkan di mana, puskesmas ataukah dengan bidan siapa.

Berikut tulisan dari akun facebook Beni Beni.

Tanggal 27 April 2019. Kembali lagi kami masyarakat MAREO membantu ibu habis melahirkan.

Kami sesama warga yang memerlukan pertolongan.

Apalagi yang seperti ini bantuan warga begitu sosial tanpa minta imbalan.

Karena jarak jalan yang cukup jauh sepanjang lebih dari 4 KM.

Sempat diguyur hujan di jalan yang cukup licin.

Sebenarnya kami sangat mengeluhkan keadaan kami yang sekarang ini.

Harapan kami para wakil rakyat supaya bisa memberikan solusi yang positif.

Khususnya kami yang tingal di Dusun MAREO, Desa SAMPURO, Kecamatan MEMPAWAH HULU.

Jalan Tanah 

Dari potret yang dibagikan fb Beni Beni, tampak jalan yang dilalui masih asli tanah.

Tidak terlihat adanya bekas pernah terjadi pembangunan, semisal beton apalagi aspal.

Yang tampak hanya tanah dengan lumpur.

Tampak juga dari foto yang dibagikan, warga harus berhadapan dengan hujan yang mengguyur.

Ibu melahirkan ditutup dengan daun kelapa sawit.

Sementara bagi kaum laki-laki yang menandu tetap berjalan menghiraukan guyuran hujan.

Mereka pun tiba di rumah dengan selamat di satu kampung saat hujan masih mengguyur.

Tampak ibu melahirkan tersebut duduk dan menyusui buah hatinya.

 

Potret miris kondisi jalan pedesaan di saat ratusan triliun dana desa dari Pemerintah Pusat menjadi pertanyaan.

Tak luput keberadaan aparat Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa setempat.

Seharusnya masyarakat desa setidaknya bisa merasakan jalan yang sudah di beton.

Atau mungkin ambulans sebagai sarana untuk mengantar mereka yang sakit.

Semoga potret ibu melahirkan harus ditandu ini menjadi peristiwa terakhir.

Related posts