Bikin Haru, Kisah Perjuangan Tukang Becak di Majane Raih Gelar S1

Berbagisemangat.com – Upacara Penyerahan Ijazah Lulusan Pascaserjana, Sarjana, dan Diploma tahap II – Tahun 2018 Universitas Terbuka Makassar mendadak haru, Minggu (18/11/2018)

Upacara yang digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Barat ini memperkenalkan salah satu mahasiswanya yang berprestasi dan patut menjadi panutan.

Dialah Muhammad Hamzah Amirullah, 26 tahun, mahasiswa program studi manajemen S1 dengan IPK 3,5. Bukan nilai akademiknya yang membuat orang bersimpati, tetapi pekerjaannya sebagi tukang becak.

Uniknya, Hamzah menghadiri upacara itu tetap menggunakan becaknya. Tak lupa, sang ibu menemaninya dengan bangga. Meski jarak rumah di Jalan Tanjung Batu menuju tempat upacara sekira 6 kilo, Hamzah tak sedikitpun memperlihatkan kelelahannya.

Sebelum berangkat, pria berkulit sawo matang ini sempat bersitegang dengan ibunya, Nursamiah, 62 tahun. Sang ibu tidak bersedia datang. Ia tak ingin mempermalukan anaknya.

Bukan karena kesehatan, sang ibu tak memiliki pakaian yang layak untuk menghadiri upacara itu. “Jadi saya pagi-pagi ke rumah tetangga. Pinjam kerudung, pinjam kebaya, pinjam tas wanita, dan pinjam sandal. Alhamudilah ibu langsung mau ikut,” kata Hamzah.

Hamzah merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Memiliki ayah sebagai nelayan yang serba kekurangan, Hamzah terbiasa mandiri. Terlebih dalam mencari rejeki

Cita-cita saya hanya ingin membangun Kampung Mandar. Konsepnya seperti di Kediri Kampung Inggris. Di tempat itu kita hanya fokus pada budaya Mandar, mulai dari karya sastranya dan tradisi-tradisinya,” jelasnya “Demi Allah, Nak. Semenjak Hamzah masuk SD sampai sekarang, tidak pernah saya kasi uang. Yang ada dia kasika uang. Apalagi meninggal mi bapaknya empat tahun lalu karena sakit. Selalu ma nakasi uang kodong,” kata Nursamiah dengan bahasa campuran, Indonesia dan Mandar.

Related posts