Bukannya Ibadah Di Bulan Ramadhan, Remaja Ini Malah Jadi Pocong Jadi-Jadian

Berbagisemangat.com – Bulan suci Ramadhan sudah seharusnya diisi dengan kegiatan positif seperti memperbanyak ibadah, membaca Alquran dan berbagi kebaikan. Namun berbeda dengan apa yang dilakukan seorang remaja di Pemalang ini. Ia justru menjadi pocong jadi-jadian yang mengganggu kenyamanan warga.

Remaja tersebut menggunakan kostum pocong dan menakut-nakuti para warga serta pengendara selepas tarawih hingga sahur. Atas terror pocong jadi-jadian tersebut, para warga melaporkan kejadian ini pada polisi. Hingga akhirnya remaja tersebut diamankan oleh pihak kepolisian.

Pelaku berinisial AM yang baru berusia 15 tahun ini membuat geger para warga dan pengendara yang melintasi Jalan Tentara Pelajar, kota Pemalang. Pasalnya ia sengaja menjadi pocong jadi-jadian untuk menakuti orang-orang yang melintas.

Para pengendara mengaku kaget saat melihat pocong di pinggir jalan. Hal ini tentu membahayakan para pengguna jalan karena bisa saja terjadi kecelakan karena ketakutan dan kaget.

Warga merasa keberadaan pocong jadi-jadian tersebut sudah kelewatan hingga para warga melaporkan kejadian ini ke polisi.

Dilansir dari Kompas.com, (27/5), Kapolsek Pemalang Kota, AKP I Ketut Mara mengatakan beberapa hari terakhir Polsek Pemalang menerima pengaduan dari masyarakat yang diresahkan soal penampakan pocong.

Menindaklanjuti laporan warga, akhirnya pihak Polsek Pemalang turun tangan dengan mencari pelaku pocong jadi-jadian.

“Atas dasar laporan tersebut, Unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patrol,” jelas AKP I Ketut Mara.

Polisi melakukan patroli di Jalan Tentara Pelajar pada pukul 03.00 dini hari (26/5) dan melihat pocong jadi-jadian tersebut sedang beraksi dengan menakut-nakuti polisi.

“Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” ujarnya

Setelah tertangkap, pelaku AM digiring ke kantor polisi untuk diminta keterangan lebih lanjut apakah ada motif tertentu dibalik aksinya sebagai pocong jadi-jadian.

Saat diminta keterangan di kantor polisi, AM mengaku hanya iseng saja untuk mengisi waktu dan tidak ada motif serius. AM mengatakan aksi pocong jadi-jadian memang sengaja untuk menakut-nakuti pengguna jalan yang biasanya ia lakukan setelah tarawih hingga sahur.

“Pelaku diberi pembinaan oleh petugas karena masih di bawah umur,” jelas AKP Ketut Mara.

Polisi juga menyampaikan akan menindak siapa saja yang mengganggu kenyamanan masyarakat baik di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan suci ini. Karena perbuatan iseng tersebut bisa berdampak pada terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar AM dengan tertunduk lesu.

Perbuatan pemuda tersebut tak pantas dijadikan contoh. Mengingat saat ini adalah bulan suci Ramadhan di mana umat Muslim sedang mencari pahala. Pastinya perbuatan pocong jadi-jadian ini sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat. Jangan ditiru ya kalau tidak mau berakhir di kantor polisi.

Related posts