Cerita Hajar, Wanita Sukses Dari Bisnis Hasil Olahan Sagu Beromzet Rp 20 Juta Per Bulan

Berbagisemangat.com – Pukul 15.00 WITA, perempuan bernama Hajar (42) itu tengah membantu empat rekannya membuat chips atau biskuit sagu yang dicampur dengan buah kakao.

“Ini buahnya (kakao) dikirim langsung dari Sulawesi Barat,” ujarnya di Kelurahan Mata, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (30/9/2018).

Menggunakan masker, empat rekan Ibu Hajar tengah mencetak beberapa biskuit berbentuk bulat seukuran koin. Satu rekan lainnya tengah memasukkan cetakan biskuit sagu ke dalam oven, juga dengan memakai masker.

Hawa panas dapur sudah terasa ketika Bu Hajar menceritakan soal Kelompok Sagu Meambo Food.

“FAO Indonesia masuk pada 2015, memberikan pelatihan-pelatihan kepada kami bagaimana cara mengolah sagu menjadi camilan seperti makaroni, pasta, biskuit, chips,” tambahnya.

Setelah mengikuti pelatihan, perempuan berkerudung merah muda itu masih merasa penasaran dan akhirnya berinisiatif melakukannya di rumahnya sendiri.

Saat Program FAO Indonesia Mohamad Reza datang ke rumahnya, Ibu Hajar ditawari membuat biskuit sagu dengan bahan yang ada di sekitar.

“Waktu itu saya terbesit bikin biskuit sagu pakai daun kelor, karena daun kelor banyak di sekitaran rumah,” tambahnya.

Begitulah Ibu Hajar menceritakan awal mula usahanya di pengolahan sagu yang diaplikasikan ke camilan-camilan kering.

Menilik soal omzet, Ibu Hajar tak sungkan membeberkan berapa besaran yang dia dapatkan seelah berdagang biskuit sagu.

“Pada 2015 awal-awal itu dapat Rp 5 juta (per bulan), sekarang sudah Rp 20 juta,” ucapnya.

Barang dagangan Bu Hajar itu tak hanya dijajakan di rumahnya saja, tetapi sudah merambah keluar Kendari. “Saya dikontak sama eksportir dari Tangerang, katanya mau ekspor biskuit sagu saya ke Jepang,” ceritanya.

Tak hanya itu, Bu Hajar juga pernah kedapatan produk usahanya diborong langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi

“Beliau memborong produk saguku, mencipinya dan memasukkan sendiri ke dalam kantongnya,” kata Ibu Hajar.

Bahkan, Ibu Hajar belakangan memproduksi hampir 1.000 kemasan biskuit sagu, masing-masing 600 biskuit sagu cokelat dan 400 biskuit sagu daun kelor.

“Sampai saat ini saya belum punya kompetitor, mudah-mudahan jangan ya,” pungkasnya sambil tertawa.

Related posts