Cerita Keluarga Eelco Keliling Dunia Dengan Mobil Pajero Sport

Berbagisemangat.com – Kalau Otolovers bosan dengan rutinitas, apa yang Otolovers lakukan? Jalan-jalan keluar kota? Itu sih biasa. Tapi lain dengan satu keluarga yang satu ini, bosan dengan rutinitas membuat keluarga Eelco putuskan untuk keliling dunia dengan mengendarai mobil Mitsubishi Pajero.

Keputusan untuk keliling dunia bukan pertimbangan sebentar. Bagaimana tidak? Satu keluarga ikut diboyong semuanya. Eelco Koudijs (Ayah), Vryedta Ilfia Koudijs (Ibu), beserta putri-putra mereka Raneshsya Abelona dan Bramantyo Aditya.

Tapi yang membuat keluarga Eelco ini nekat untuk keliling dunia, dengan mengendarai mobil? Keluarga ini ngin memulai petualangan sendiri. “Saatnya berhenti untuk selalu bermimpi sambil duduk manis di atas sofa menonton National Geographic tentang berbagai petualangan di berbagai belahan dunia, bermimpi kapan tiba waktunya bagi kami memiliki kesempatan untuk melakukan petualangan bagi kami sendiri,” tulis keluarga ini di akun instagram journeyofwonder_ seperti dikutip, Rabu (9/1/2019).

Memulai perjalanan keliling dunia sekeluarga pasti memunculkan perdebatan, namun tekad mereka sudah kian bulat apalagi setelah berdiskusi dengan anak-anak mereka.

Terus bagaimana mereka menentukan rute? Tidur dimana? Bagaimana dengan sekolah anak-anak?

“Bagi kami, learning is a journey, not a destination. Dan perjalanan ini sendiri merupakan perjalanan pembelajaran bagi kami semua. Karenanya, tidak penting seberapa jauh/miles yang mesti kami kejar untuk diselesaikan, tapi berapa banyak yang bisa kami serap/pelajari jika kami berada di sebuah tempat,”

Cerita Keluarga Eelco Keliling Dunia dengan Mobil Pajero Sport
Untuk soal sekolah anak-anak mereka percaya belajar tidak mesti selalu di dalam ruangan. Dunia merupakan ruang belajar yang begitu luas. “Selama perjalanan, anak-anak akan belajar banyak tentang beragam budaya, agama, bahasa, dll. Anak-anak sendiri wajib belajar minimal 3 jam sehari (kami bergantian mendampingi minimal 1 jam, sisanya anak-anak belajar mandiri dengan diberikan tugas) selama weekdays,” tulisnya.

Sejumlah buku pelajaran (dari Gandhi Memorial Int School) sudah dibawa untuk bahan pelajaran selama perjalanan. Selain itu mereka juga menyiapkan sejumlah proyek untuk dikerjakan anak selama perjalanan yang berbeda-beda tergantung lokasi yang dilalui.

“Ada project penelitian kecil tentang ekosistem (bisa di danau, hutan, pantai, darat, dll), tentang budaya (misalnya dengan hidup bersama hill tribe minority selama beberapa hari), tentang agama (belajar tentang berbagai agama di tempat yang tepat, misalnya memahami agama Budha dan ikut bersama para monk selama beberapa hari dan project-project lainnya. Jurnal dan reflection merupakan hal tambahan yang anak-anak lakukan di luar standar pelajaran dari sekolah. Reflection sangat penting untuk mereka memahami pengalaman baru apa yang telah mereka dapatkan sehingga bisa diterapkan di masa mendatang,” tulisnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Journey of Wonder🌏 (@journeyofwonder_) on

Related posts