Cerita Lies yang Memilih Bertahan di Rumah Tua di Tengah Apartment Mewah, Tak Kebagian Air Bersih

Berbagisemangat.com – Lies memilih bertahan hdup di rumah tua yang berada di kompleks Apartemen Thamrin Executive Residence. Apartemen yang berada di sekitar Jakarta Pusat ini dulunya merupakan sebuah pemukiman.

Namun pada 2012 sekitar 10 tetangga Lies memilih untuk pindah setelah rumah mereka dibeli dengan harga yang relatif tinggi. Namun Lies tetap bertahan di rumah tua tersebut.

Lies memutuskan untuk tetap bertahan karena banyak kenangan yang berada di rumah sekitar komplek apartemen mewah. Namun keputusannya itu membuat Lies memiliki beberapa risiko.

Kondisi Rumah Ibu Lies yang Dikelilingi Gedung Apartemen Thamrin Executive, Jalan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2019).(KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA )

Satu diantaranya akses air bersih.

Dikutip dari Kompas.com, air yang dulu bisa Lies gunakan kapan saja, sekarang harus berbagi dengan penghuni apartemen yang lain.

“Malahan air itu kesedot semua sama apartemen ini, saya tidak kedapatan sama sekali air,” ucap Lies saat dijumpai Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

Lies sempat mengajukan permohonan pemasangan air PDAM untuk rumahnya, namun permohonan itu ditolak mentah-mentah oleh pengelola.

Kondisi Rumah Ibu Lies yang Dikelilingi Gedung Apartemen Thamrin Executive, Jalan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2019).

“Saya sudah bilang, biarin saja PDAM masuk ke rumah saya, saya yang bayar pipanya, tukangnya. Berapa meter sini saya yang bayarin, maksudnya biar bagi ke saya juga airnya,” ujar Lies.

Kesulitan air tersebut membuat Lies harus membeli 25 galon air bersih setiap hari untuk kebutuhan Lies, suami dan satu anaknya yang masih duduk di kelas 6 SD.

Membawa banyak galon ke dalam rumah yang berada satu kompleks dengan apartemen juga bukan perkara mudah, Lies tetap merasakan sakit.

“Ini kan jalan masuk ke rumah saya lihat ya sempit terus licin, kadang suka kepleset saya gara-gara ngangkut air,” ucapnya.

Kondisi Rumah Ibu Lies yang Dikelilingi Gedung Apartemen Thamrin Executive, Jalan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2019).

Tidak hanya itu, Lies bahkan pernah diminta untuk membayar parkir saat masuk ke dalam kawasan apartemen.

Padahal saat itu Lies hendak pulang ke rumahnya yang berada di sisi belakang apartemen.

“Pernah dimintai untuk Rp 500.000 mobil dan Rp 300.000 motor per bulannya. Saya tidak mau, akhirnya sekarang gratis. Enak saja mereka minta-minta ke saya, orang ini tanah juga tanah nenek moyang saya,” tukas Lies.

Lies (64) mengaku bahwa sejak kecil tinggal di rumah itu.

Rumah itu diwariskan turun temurun sejak kecil dan sekarang rumah tersebut menjadi miliknya.

Rumah Lies (64) berada di tengah gedung Apartemen Thamrin Exclusive Residence. Sejak 2012, dia menolak tawaran pengembang yang ingin membeli rumahnya.

“Saya tidak mau pindah, orang saya di sini dari saya lahir. Saya tidak akan mau dibayar berapa pun,” ujar Lies saat berbincang dengan Kompas.com di rumahnya, Jumat (20/9/2019).

Sebenarnya Lies memiliki properti lain yang mewah.

“Rumah saya di Bandung di pinggir jalan itu dua hektar, terus di Tangerang juga ada gede malah,” ujar Lies.

Lies juga mengaku jika dirinya memiliki usaha indekos yang dibeli sejak dulu untuk dijadikan aset. Aset tersebut yang sekarang menjadi pemasukannya untuk hidup sehari-hari.

“Dulu pas masih muda saya investasi bangun kos sama rumah. Itu di Kebon Melati ada 12 pintu kosan saya, lalu ada juga di Taman Mini kosan saya 15 pintu,” kata Lies.

Walaupun Lies memiliki properti lain yang mewah, namun Lies tetap memilih tinggal di rumah tua tersebut.

“Saya lebih pilih tinggal di sinilah, udah nyaman. Ini (rumah) tumpah darah saya,” ujarnya.

Rumah Lies ini berada di belakang dan satu area dengan Apartemen Thamrin Executive Residence.

Rumah ini tidak terlalu terlihat, karena bangunan rumah dikelilingi tembok yang berisi tanaman-tanaman hijau.

Posisi rumah yang lebih rendah dibanding jalan membuat rumah ini hanya terlihat gentingnya saja.Posisi rumah yang lebih rendah mengharuskan turun melewati tangga untuk masuk ke dalam rumah.

“Ih ngapain banget, dibayar berapa pun rumah ini saya tidak sudi dibeli. Mereka mah emang cuma mau kuasai tanah ini. Ini tumpah darah saya di sini,” cerita Lies.

Related posts