Cerita Operator SPBU Terpanggil Jadi Relawan Bencana Palu-Donggala

Berbagisemangat.com – Subagyo (46) tidak bisa menolak panggilan hatinya untuk menjadi relawan bencana korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

Pria yang menjadi operator di SPBU Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, ini langsung berangkat begitu ada kesempatan. Bersama 20 relawan lain ia brangkat dengan dukungan dari Pertamina MOR IV Jateng-DIY. “Saya terpanggil karena lihat di TV, tsunami dan gempa bisa menghancurkan kota Palu, Sigi dan Donggala,” ujar Bagyo, Kamis (4/10/2018).

Ia bercerita, sebelum memutuskan untuk berangkat menjadi relawan, dirinya terlebih dulu meminta izin dari kelurga besarnya di Semarang. Setelah izin didapat, ia kemudian melamar menjadi relawan bencana yang dikirim melalui perseroan milik negara itu.

“Saat ada kesempatan menjadi relawan, saya langsung mendaftar. Istri saya setelah saya minta izin dia malah mendorong dan memberikan semangat dan doa untuk saya berangkat,” tambahnya.

Hal sama dilakukan Rizky (20) yang juga berprofesi sebagai operator di SPBU Penggaron, Kota Semarang. Untuk menjadi relawan bencana ke Palu, dia mengaku mempersiapkan mental secara khusus sebelum berangkat. Ia tak ingin mentalnya terganggu ketika membantu evakuasi korban nantinya.

“Saya meminta izin berangkat kepada orangtua, tapi izin melalui pesan WhatsApp,” ucapnya.

Pertamina MOR IV sendiri ikut menggalang bantuan dan mengajak mitra dan pekerja untuk membantu memulihkan daerah bencana. Oleh karena itu, pihaknya mengirim 21 relawan untuk diberangkatkan ke lokasi bencana.

“21 orang relawan terdiri dari pekerja Pertamina, operator dan teknisi di SPBU,” timpal General Manager Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto.

Keberangkatan 21 relawan dibagi dua tahap, yaitu 11 orang telah berangkat pada Rabu (3/10/2018) kemarin dan 10 personel yang akan berangkat hari ini.

Yanuar menambahkan, 21 relawan yang dikirim telah lolos dalam tes kesehatan. Mereka rencananya ditugaskan di daerah bencana hingga 10 hari depan, dan memastikan para korban mengetahui dan membeli BBM di titik-titik bencana di Palu dan Donggala.

Gempa bumi di Donggala yang disusul Tsunami di Palu mengakibatkan ribuan orang meninggal. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Oktober 2018, total jumlah korban tewas mencapai 1.374 orang.

Related posts