Cerita Seorang Pria Yang Bangga Dan Bahagia Adopsi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

Berbagisemangat.com – Mungkin orang menginginkan untuk mengadopsi anak yang lucu, sehat dan menggemaskan. Namun, beberapa orang pun tak segan untuk mengadopsi anak berkebutuhan khusus, seperti yang dilakukan pria ini.

Dia adalah Ben Carpenter (34) dari West Yorkshire yang mengadopsi 5 anak berkebutuhan khusus. Ben mengatakan bahwa mengasuh kelima anaknya tersebut membuatnya bahagia dan berharga setiap hari.

Dia mangatakan, “Saya menyukainya. Orang-orang mengatakan itu adalah kerja keras tapi saya suka setiap hal yang saya lakukan. Mereka anak-anak yang luar biasa. Mereka tidak pernah membuat kemampuan mereka menahan mereka, mereka hanya melanjutkan hidup.”

Pria yang masih lajang ini mulai mengadopsi anak sejak usia 21 tahun dengan Jack sebagai anak adopsi pertamanya. Jack sekarang sudah berusia 11 tahun, dia memiliki autisme dan gangguan obsesif kompulsif yang terkait, namun di bawah perawatan Ben,Jack telah berkembang.

Ben kemudian melanjutkan untuk mengadopsi Ruby yang berusia 7 tahun. Dia memiliki sindrom Pierre Robin, skoliosis, keterbatasan fungsi lengan sebagai akibat dari tulang yang hilang, dan dia juga buta.

Ben juga mengadopsi saudara tiri Ruby, Lily (6) dengan kondisi tuli, serta Joseph (3) yang memiliki down sindrom dan menggunakan kantong kolostomi.

Mungkin orang akan berpikir Ben cukup dengan empat anak adopsinya, namun ketika Ben melihat Noah di majalah adopsi, Ben juga ingin merawatnya.

Anak kelima yang diadopsi Ben

Noah adalah anak berusia 15 bulan dengan sindrom langka dan cacat lahir yang parah sehingga mempengaruhi lengan dan kakinya. Tapi Ben mengatakan mengatakan bahwa dia langsung jatuh cinta ketika melihatnya. Sebelumnya, Ben memang pernah bekerja dengan orang dewasa dan anak-anak berkebutuhan khusus, namun dia ingin menjadi ayah.

Ben bersama anak-anaknya

Anak-anak berkebutuhan khusus atau kesulitan belajar adalah yang paling sulit untuk diadopsi, sehingga hal itu bisa menjadi kesempatan baginya.

Ben tinggal bersama ibunya, Rita (65) yang sangat membantunya dan dia juga mendapat bantuan dari teman Jeanette Bottomley dan ibu baptis anak-anak Michelle Jackson. Meski sulit untuk mengurus mereka, namun Ben menyukai momen-momen yang dilaluinya.

Ben merayakan natal bersama anak-anaknya

Dia menyukai segalanya tentang menjadi seorang ayah dan bahagia melihat anak-anaknya bermain dan tersenyum kepadanya. Ben tidak pernah terganggu meski anak-anaknya dipandang sebagai orang

Related posts