Demi Anak Sembuh, Ibu Ini Rela Jadi Pendonor Untuk Cangkok Hati Anaknya

Pada dasarnya tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya sakit. Apalagi seorang ibu, andaikan saja penyakit yang dialami si buah hati bisa pindah ke tubuhnya, pastinya sang ibu akan secara sukarela bertukar posisi menanggung penyakit si buah hatinya. Seperti yang dialami oleh Wahyuni yang ingin bertukar posisi menanggung rasa sakit untuk anaknya.

Wanita asal bekasi tersebut akan menjadi pendonor untuk cangkok hati anaknya dan suaminya sebagai cadangan pendonor jika tidak bisa. Ia merelakan sebagian hatinya untuk dicangkokkan kepada anaknya, Attabiya yang mengalami kerusakan pada fungsi hati.

Kondisi Attabiya sendiri sudah parah, seluruh tubuh dan matanya berwarna kuning, BAB-nya pun berwarna dempul (seperti bedak) dan air seni nya berwarna seperti teh. Jalan satu-satunya agar Attabiya bisa sembuh yaitu dengan cangkok hati.

Namun, sebelum operasi cangkok hati tersebut dilakukan, Wahyuni harus melakukan Skrining terlebih dahulu seperti cek kesehatan, cek ginjal, hati dll yang membutuhkan biaya sekitar 50 jutaan karena tidak dicover BPJS.

Jangankan untuk biaya Skrining, untuk membeli susu untuk Attabiya saja wahyuni dan suaminya mengandalkan belas kasihan dari orang lain.

“Karena kami dari keluarga yang dibilang tidak punya, untuk mendapatkan susu Attabiya saja kami mengandalkan belas kasiha orang lain. Kami sudah coba mengajukan ke Dinas Kesehatan agar ada yang mau jadi donatur susu untuk anak kami tapi hasinya nihil” Ungkap wanita yang berusia hampir 31 tahun itu.

Wahyuni sangat mengharapkan uluran tangan dari Sahabat Baik untuk membantu kesmbuhan anaknya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

MENDERITA ATRESIA BILLIER, DEK ATTABIYA HARUS CANGKOK HATI . Attabiya yang berusia 3 minggu setelah sesar, mata dan badannya berwarna kuning tak kunjung hilang. Ia pun dibawa orangtuanya ke bidan terdekat karena keterbatasan biaya namun dirujuk kepuskesmas untuk cek bilirubinnya. . Lantaran fasilitas puskesmas sangat minim, pihak puskesmas merujuk Attabiyya ke RSIA Taman Harapan Baru di Bekasi. . Dokter mengatakan bahwa ada penyumbatan disaluran empedunya. Ia pun dirujuk lagi ke RSIA Hermina Bekasi agar mendapati penanganan serius untuk di cek lab dan di tes urine nya. . Hasilnya, Attabiya mengalami gangguan fungsi hati sehingga seluruh badan, matanya kuning, BAB-nya berwarna dempul dan air kencing berwarna seperti air teh. . Attabiyya di rujuk kembali ke RSCM Jakarta Pusat, karena di RSIA Hermina Bekasi tidak sanggup mencover dengan BPJS. . Namun, pengobatan Attabiiya di RSCM tertunda karena pandemi. Orangtuanya¬† hanya mengandalkan obat-obatan herbal, tapi kondisinya tak kunjung ada perubahan malah semakin parah. . Baru di bulan Agustus ia dibawa berobat ke RSCM untuk memastikan penyakit apa yg ada ditubuh Attabiyya, namun jawaban dokter tetap yaitu gangguan fungsi hati di tubuh Attabiyya dan harus operasi cangkok hati. . DATA DIRI: Attabiya Putra Fadillah (berusia belum genap 1 tahun), merupakan putra dari Bapak Muhammad Vikri Fadila dan Ibu Sri Astuti. Beralamat di Kp. Tambun Kapling RT004/RW 004, Desa Pahlawan Setia, Kab. Bekasi, Tarumajaya, Jawa Barat, 17216 . OPEN DONASI untuk Dek Attabiya Berakhir sampai tgl 30 Desember 2020 KIRIM Melalui Rekening Resmi: ⬇️ ________________________________________ 🏧 BNI: 0611-2200-36 🏧 BRI: 2197-01001-665539 ➡️ a/n: Rumah Berbagi Semangat . 🏧 BCA: 0300-647-057 🏧 MANDIRI: 138-00138-73893 ➡️ a/n: Nur Azis Kurnianto ✅ Founder @BerbagiSemangat ________________________________________ Kirim bukti transfer, Dengan Format: 💬 Nama_DEK ATTABIYA_Nominal 📲 Kirim via WA: 0858-7729-7730 ________________________________________ Cek Program ➡️ @SemangatSedekah Untuk melihat laporan dan donasi lainnya. . . #BerbagiSemangat #SemangatSedekah #Donasi #Sedekah

Sebuah kiriman dibagikan oleh SEMANGAT SEDEKAH (@semangatsedekah) pada

 

 

 

Related posts