Demi Belajar Daring, Ayah Gendong Putrinya Naik Turun Gunung Sambil Bawa Tabung Oksigen

Berbagisemangat.com – Seorang ayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menggendong anaknya untuk melaksanakan belajar online naik turun gunung. Tak hanya mengendong anak, ia juga harus membawa tabung oksigen untuk digunakan putrinya karena menderita kelainan jantung.

Irmawanto, seorang ayah yang rela mengendong putrinya yang sudah duduk di bangku kelas 3 SMA naik turun gunung demi mendapat jaringan internet di desanya yang ada di Lumika, Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Sulawesi Selatan.

Hampir setiap hari Rianto harus mengendong Raihana Nurwahid (18) siswi kelas 12 SMAN 20 Barombong, Makassar. Kondisi ini terpaksa dilakukan oleh sang ayah, karena Raihana mengidap kelainan jantung. Sesekali sang ayah dibantu putranya membawa tabung oksigen, namun tak jarang ia harus mengendong sambil menenteng tabung oksigen putrinya itu.

Tabung oksigen tersebut, harus selalu dibawa sebagai antisipasi membantu pernafasan Raihana ketika sesak tiba-tiba. Jarak dari rumah ke tempat yang ada sinyal, kurang lebih dua kilometer, di sana Raihana mengerjakan tugas sekolah sambil diawasi adik dan ayahnya.

Meski dalam kondisi sakit jantung dan internet yang sulit, namun rintangan itu tak pernah mematahkan semangat Raihana, baginya pendidikan menjadi prioritas, ia pun bercita-cita menjadi salah satu alumni terbaik di sekolahnya dengan nilai yang memuaskan.

Untuk diketahui, Raihana menderita sakit jantung sudah berlangsung lama, kedua orang tuanya bahkan terpaksa harus menjual sawah dan lahan kebun demi biaya berobat putrinya itu. Mereka

sudah membawa Raihana keliling di berbagai rumah sakit termasuk ke Makassar hingga ke Jakarta dengan modal penjualan tanah, sayangnya penyakit jantung yang di deritanya tak bisa disembuhkan seperti semula.

Setelah seluruh biaya habis digunakan kedua orang tuanya terpaksa merawat Raihana di rumah dengan penuh keterbatasan. Meski demikian, kasih sayang Rahma sang ibu dan dan Irmawanto sang ayah kepada Raihana tak pernah pudar.

Sang ibu mengaku jika anaknya itu merupakan salah satu siswa berprestasi, semangatnya untuk sembuh tak pernah surut untuk meraih cita-cita sebagai dokter, demi merawat kedua orang tua dan saudaranya kelak.

Artikel: Okezone.com

Related posts