Demi Palestina, Mahmoud Nekat Ikut Asian Para Games Sendiri

Berbagisemangat.com – Atlet berusia 29 tahun itu turun pada nomor tolak peluru putra F54/55 cabang para-atletik yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Kamis. Mahmoud meraih hasil tolakan sejauh 4,53 meter dan menempati posisi ke-19

Walau menempati posisi juru kunci, warga jalur Gaza itu berharap penampilannya dapat memotivasi semua penyandang disabilitas di Palestina untuk tetap melanjutkan kehidupan meskipun tubuh membatasi gerak mereka.

Berikut petikan wawancara perjuangan Mahmoud yang hampir gagal datang ke Jakarta untuk merayakan pesta multi-cabang olahraga disabilitas tertinggi di Asia itu.

Apa hanya fokus pada cabang atletik ataukah ada cabang olahraga lain yang diikuti dalam Asian Para Games ini?

“Saya hanya mengikuti satu nomor perlombaan saja karena saya sempat terkena cedera di tangan dan saya tidak dapat melakukan semua tanpa bantuan tim. Kedatangan saya terburu-buru. Sebenarnya saya sulit untuk bepergian sendiri tanpa bantuan pelatih ataupun teman-teman lain.

Namun, saya sangat senang punya kesempatan untuk mengikuti kompetisi Asian Para Games ini, terutama karena di Jakarta. Saya merasakan langsung bagaimana masyarakat di sini menghargai Palestina. Ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Di sini, saya hanya mengikuti satu nomor perlombaan saja karena sampai sekarang saya masih merasakan sakit di pundak dan lengan saya.

Pada kesempatan berikutnya, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti semua nomor perlombaan meskipun kami tidak tahu kapan itu, bisa tahun depan, dua tahun lagi, atau bahkan 10 tahun lagi”

Anda sendiri sebagai perwakilan kontingen Palestina di Indonesia. Ada apa dengan tim Palestina?

“Sebelum ke Indonesia, saya sedang berlibur dengan istri saya di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Semestinya saya kembali ke Palestina lebih dahulu dan bergabung dengan anggota lain tim, lalu datang ke Indonesia secara bersama-sama. Semestinya saya menunggu mereka di Mesir lalu berangkat bersama

Ketika saya di perbatasan Mesir sedang dalam kondisi sulit, teman-teman saya tidak dapat keluar dari Palestina. Maka, saya putuskan untuk terbang ke Indonesia langsung dari Dubai”

Please follow and like us:

Related posts