Demi Penuhi Nazar, Bapak Ini Rela Jalan Kaki dari Medan ke Banyuwangi

Berbagisemangat.com – Ketika sembuh dari sakit, kemungkinan besar orang-orang hanya mengucap syukur dan lalu beraktivitas kembali seperti biasa. Namun beda halnya dengan bapak satu ini. Bapak yang diketahui bernama Amiruddin tersebut berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi. Ini ia lakukan untuk memenuhi nazarnya yang ia ucapkan ketika mengalami lumpuh.

Tak hanya itu, Pak Amiruddin juga menghabiskan waktunya berjalan kaki ribuan kilometer karena ingin menemui sang ibu. Dari apa yang dilakukannya ini, banyak warga yang sangat simpati dengan Bapak Amiruddin. Memberi makan, minum dan juga tempat beristirahat untuk sementara.

Pak Amiruddin sampai di Sragen [Sumber Gambar]

Fenomena menakjubkan inipun akhirnya menjadi viral setelah diunggah oleh akun facebook Yuni Rusmini. Banyak netizen yang mendoakan supaya Pak Amiruddin sampai di tujuan dengan selamat. Lalu ada juga yang ingin menawarkan tempat tinggal sementara ketika melewati kotanya.

Perbuatan dari Pak Amiruddin ini tentu menginspirasi kita semua. Salah satunya adalah mewujudkan nazarnya yang ia ucapkan beberapa waktu lalu. Seperti yang kita tahu, kalau pada umumnya nazar hanya diucapkan ketika kesusahan saja. Tapi setelah lepas dari itu semua, nazar pun hanya berhenti di bibir. Bahkan banyak juga yang melupakannya.

Kalau di dalam Agama Islam, membuat nazar itu sebenarnya tidak wajib. Tapi, jika nazar tersebut sudah diucapkan, maka wajiblah kita untuk melakukannya. Dan bagi siapa saja yang tidak melakukannya, baik sengaja atau karena tak mampu, maka harus membayar kafarat. Artinya, si pembuat nazar harus membayar sejumlah janji yang telah diucapkan. Untuk kisarannya sih tergantung dari masing-masing orang. Jadi sebaiknya tanyakan saja kepada ahlinya.

Nazar memang sebaiknya tidak untuk main-main. Jika ingin mengucapkan, sebaiknya diniatkan terlebih dahulu dari hati terdalam. Sebab, nazar itu adalah kata lain janji yang pastinya harus ditepati. Bahkan, janji inipun hanya antara kalian sendiri dengan Tuhan. Kalau kalian mengingkari janji dengan Tuhan, pasti tahu dong apa akibatnya nanti.

Kabar terakhir dari Pak Amiruddin ada di Hari Sabtu kemarin (12/01). Ia sudah berada di dekat Pondok Gontor Putri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Kita doakan semoga Pak Amiruddin tak ada halangan apapun di jalan. Kemudian bisa secepatnya bertemu dengan ibunda tercinta

Related posts