Dheva Anrimusthi: Raih Emas, Lalu Berangkatkan Orang Tua Umrah

Berbagisemangat.com – Gerak-geriknya lazimnya remaja usia 19 tahun. Gaya bicaranya santai, ringan, dan kerap diselingi tawa renyah. Itulah kesan yang ditangkap kumparanSPORT kala bertemu Dheva Anrimusthi pada 6 September lalu di Kota Solo.

Satu bulan berselang, kini atlet cabang olahraga para bulu tangkis itu hadir di Ibu Kota Jakarta untuk melakoni Asian Para Games 2018. Tampil perdana sebagai tunggal kedua di partai final nomor beregu putra, senyum Dheva semakin lebar dengan emas di tangan.

Atlet kelahiran 5 Desember 1998 itu pun mengaku tampil tanpa bebas, meski laga pada Minggu (7/10/2018) siang WIB di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, ia tampil ketika Indonesia tengah berada dalam kedudukan 1-1 dengan Malaysia.

“Di pikiran, sih, enggak ada sama sekali, gimana caranya saya bisa nyumbang poin biar bisa dapet emas. Pikiran saya itu saja. Enggak mikir apa-apa, nothing to lose,” kata Dheva saat berjumpa dengan awak media, Minggu (7/10).

Hingga akhirnya Dheva mendapatkan kemenangan mutlak dengan skor 21-6 dan 21-12 atas Mohammad Faris Ahmad Azri. Kemenangan itu jadi penentu disegelnya emas –sekaligus medali pertama bagi kontingen Indonesia.

Rasa grogi pun tak ditampiknya sempat membuat kehilangan fokus. “Nge-blank, tegang, he he he. Pasti tegang ada karena saya ingin kasih yang terbaik untuk Indonesia. Blank, tapi langsung disadarkan sama official. Fokus lagi, fokus lagi,” katanya menirukan.

Nah, dengan emas yang sukses direngkuhnya bersama tim, Dheva bakal mendapatkan bonus Rp 750 juta, setara dengan bonus atlet beregu Asian Games 2018. Untuk apa pundi-pundi rupiah yang bakal mengisi rekeningnya itu? “Ingin memberangkatkan kedua orang tua saya umrah,” jawab Dheva.

Orang tua, memang menjadi suporter nomor satu bagi peraih emas nomor ganda SU5 ASEAN Para Games 2017 bersama Hafizh Briliansyah itu. Pun saat mengalami kecelakaan motor pada 2013 sehingga absen bermain bulu tangkis hingga 2016, orang tua menjadi alasan Dheva untuk bangkit.

Final Bulu Tangkis Beregu Putra

“Saya enggak mau repotin orang tua, jadi gimana caranya saya harus juara. Saya tinggal ngasih yang terbaik untuk orang tua yang tidak pernah berhenti (men)dukung,” kata atlet asal Kuningan, Jawa Barat, itu.

Di nomor individu, yang digelar mulai Senin (8/10), Dheva sendiri berada di Grup D nomor SU5 dan bakal menantang wakil Taiwan, Jen-Yu Fang, di laga perdana. Seperti yang diceritakannya kepada kumparanSPORT beberapa waktu lalu, ia berharap euforia kemeriahan bulu tangkis di Istora ikut menular di Asian Para Games.

“Penginnya Dheva (antusiasme penonton) sama seperti di Asian Games kemarin. Kalau ramai pasti makin semangat mainnya, ha ha ha,” ujarnya dengan semringah.

“Saya ingin juga seperti Jojo (Jonatan Christie, peraih emas perorangan Asian Games 2018 -red) kemarin, banyak penggemar. Idola saya sendiri Taufik Hidayat, cara main juga terinspirasi dari dia. Kalem dan berprestasi.”

“Kalau pemain sekarang yang saya sukai sih Kento Momota (Jepang). Mainnya dia aneh, tahu-tahu bisa matiin lawan, ha ha ha. Iya, tenang dan sabar,” katanya, masih penuh semangat.

Related posts