Dibalik Viralnya Bisnis Ikan Cupang Yang Menjanjikan, Pria Ini Malah Berjualan Ikan Cupang Untuk Biaya Pengobatan Anaknya

Berbagisemangat.com – Viralnya bisnis ikan cupang, bahkan ada yang rela menukarkan cincin emas milik istrinya demi mendapatkan sepasang ikan cupang Avatar Cooper Gold. Namun tidak semua penjual ikan cupang seberuntung itu. Seperti Gamil yang sudah hampir 3 tahun menggeluti usaha ikan cupang.
.
Dulu sebelum jualan ikan cupang, Ia bekerja jadi koki di sebuah resto, tapi mempunyai hobi pelihara ikan. Karena lama-kelamaan ikannya bertambah banyak, akhirnya Ia memutuskan stop kerja jadi koki dan fokus mengembangbiakkan ikan-ikannya. Penghasilan dari ikan tersebut awalnya menjanjikan tapi sejak Anak pertamanya mengalami kerusakan hati dan harus bolak-balik untuk berobat, akhirnya penghasilan Ia menurun, karena banyak yang gagal panen.
.
Ia berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya terutama anaknya yang meranjak 3 tahun dengan kondisi yang masih sama yaitu harus dilakukannya cangkok hati. Awal mulanya pada usia 2 minggu setelah lahir, Adiva Zavina didiagnosis mengalami gangguan saluran empedu (Atresia Billier), Kondisi tersebut ditandai dengan kuning disekujur tubuh dan perut membuncit, serta BAB berwarna putih dempul.
.
Berdasarkan hasil Biopsi saat ini kondisi hati Adiva sudah mengalami kerusakan parah stage 4 dan harus segera di lakukan tindakan operasi cangkok hati. Adiva juga sudah sering mengalami BAB darah. Kondisinya tersebut mengharuskannya rutin transfusi Albumin dan darah setiap bulan.
.
Awal tahun 2021, Adiva akan menjalani transplantasi hati. Dokter menyarankan Adiva mempersiapkan diri untuk persiapan transplant, dari segi gizi, vaksin, dll.
.
Namun kondisi gizinya saat ini buruk, ia membutuhkan susu khusus agar gizinya membaik. Sudah hampir 1 tahun ini Adiva hanya minum susu biasa karena orang tuanya sudah kehabisan biaya. Penghasilan Ayahnya dari dagang ikan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.
.
Untuk bisa operasi Adiva butuh pendonor hati. Pendonor hati harus melakukan proses Screening yang biayanya mahal dan tidak dapat di cover BPJS sama sekali.

Related posts