Dipikir Drive Thru, Seorang Pemuda Belanja Di Mini Market Sambil Bawa Masuk Sepedanya

Berbagisemangat.com – Ada banyak cara bagi pemasar untuk meningkatkan angka penjualan mereka. Hal yang umum dilakukan adalah dengan melakukan promosi, memberikan potongan harga atau bonus, memberlakukan transaksaksi non-tunai, dan bahkan memberikan layanan bagi pelanggan dengan cara drive thru.

Layanan drive thru memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi tanpa perlu turun dari kendaraan mereka. Jadi pelanggan bisa membeli apa yang mereka butuhkan dari kendaraan mereka.

Layanan jenis drive thru diberlakukan karena ada asumsi bahwa pelanggan tidak membutuhkan waktu terlalu lama dalam melakukan transaksi.

Oleh karena itu layanan seperti ini umumnya berlaku di restoran-restoran makanan cepat saji, yang mana pihak restoran tidak memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyiapkan menunya.

Bahkan, sekarang sejumlah bank telah menyediakan mesin-mesin ATM di lokasi yang memungkinkan nasabahnya untuk melakukan transaksi, baik tarik tunai maupun transfer, tanpa perlu turun dari kendaraan mereka.

Lalu bagiamana dengan mini market? Keberadaan mini market memang telah menjadi pemandangan yang umum di kota-kota besar. Bahkan jumlahnya pun semakin tak terhitung lagi.

Dibandingkan dengan pasar atau warung-warung konvensional, mini market jelas memiliki kelebihannya sendiri. Jika warung-warung konvensional masih jarang yang memberlakukan transaksi non-tunai, mini market telah memiliki layanan tersebut.

Bahkan di sana juga menerima berbagai pembayaran tagihan, seperti tagihan telepon, listrik, bahkan kredit mobil. Kendati demikian, sulit membayangkan bahwa jenis mini market seperti itu akan mempunyai layanan drive thru.

Tentunya layanan drive thru pada mini market tentu akan menjadi ide yang sangat menarik untuk menarik minat para pelanggan. Selain menghemat waktu karena tak perlu turun dari kendaraan, layanan drive thru pada mini market akan menghindarkan pengeluaran tambahan dari parkir liar yang sering muncul di sejumlah mini market.

Bagaimana tidak, meski telah tertulis bahwa di kawasan tersebut parkir gratis, namun tidak jarang pula masih ada tukang parkir liar yang meminta bayaran.

Hal itu tentunya menjadi hal yang membuat pelanggan tidak nyaman. Mungkin karena itu pula, seseorang nekat membawa masuk sepedanya ke dalam mini market agar tidak perlu membayar uang parkir.

Sebuah video menjadi viral di media sosial, setelah menampilkan seorang pria yang berbelanja di sebuah mini market dengan membawa masuk sepedanya. Dalam video tersebut pria itu tampak begitu santai memilih dan memasukkan barang belanjaannya ke dalam keranjang sepedanya.

“Belanja, dab (red:mas)?” tanya suara yang terdengar dalam video tersebut.

“Iya, boss,” jawab pria yang bersepeda itu.

“Lha keranjangnya habis,” katanya menjelaskan alasannya membawa masuk sepeda ke dalam mini market.

Video ini mendapatkan banyak tanggapan dari netizen yang merasa heran dengan kelakukan pria dalam video tersebut. Beberapa di antaranya merasa kagum dengan ide pria dalam video yang berani membawa sepedanya ke dalam mini market.

Banyak juga di antara mereka yang merasa kelakukan pria tersebut memalukan, tetapi juga mengekspresikan perasaan geli mereka dengan emoji tertawa.

Apa pun alasannya, membawa masuk sepeda ke dalam mini market jelas merupakan hal yang tidak wajar. Akan tetapi, kenyataannya tidak ada teguran sama sekali dari pihak mini market.

Jadi tampaknya memang boleh saja membawa masuk sepeda. Selain itu, membawa sepeda masuk ke dalam mini market juga bisa mengurangi ongkos parkir ‘kan?

Related posts