Hanya Berjualan Bawang, Bapak Ini Tanggung Biaya Rp. 600 Juta Untuk Transplantasi Hati Anaknya

Bermula dari anaknya yang menderita kanker hati. Deni Saputra dan sang istri membawa anaknya ke jakarta semenjak 2 tahun yang lalu. Harapannya agar sang anak mendapatkan penanganan terbaik di rumah sakit di ibukota.

Tapi kini Deni memutuskan untuk balik kekampung halamannya dilampung dan berjualan bawang dipasar karena pandemi yang tak kunjung selesai. Sudah berbulan bulan ia tak kunjung dipanggil lagi untuk bekerja semenjak dirumahkan dan tak punya penghasilan untuk biaya pengobatan anakya dan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Sebelum Pandemi, Deni biasanya berangkat pagi ke sebuah Universitas dijakarta untuk mencari nafkah. Bekerja sebagai Satpam di sebuah universitas, Deni masih bisa mengumpulkan uang untuk makan sehari hari bersama keluarganya dan untuk biaya pengobatannya anaknya yang menderita kanker hati. Bahkan, Ia terpaksa menjual motornya untuk biaya kemoterapi anak kesayangannya karena tak punya biaya.

Humaira, anaknya sudah 2 tahun kemoterapi namun sel ganas dihatinya tak kunjung hilang namun tumornya semakin membengkak, cairan pun sudah menumpuk di perut. Pengobatan kemoterapi taci dilakukan supaya sel kanker tidak menyebar ke organ lain. Dokterpun saat ini memperingatkan untuk segera dilakukan transplantasi hati secepatnya mengingat humaira tidak bisa kemoterapi terus menerus.

Dilansir dari fk.ui.ac.id, Biaya transplantasi hati memanglah tidak murah tapi bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Satu anak bisa menghabiskan biaya sekitar Rp600 juta. Sementara itu, BPJS Kesehatan hanya menanggung maksimal Rp269 juta.

Tengah berada di Lampung, Deni yang hanya berjualan bawang dipasar tak sanggup menanggung biaya tersebut.
Mari Bantu meringankan beban Deni dengan berdonasi untuk Humaira.

Related posts