Hendak Mengajar, Guru di Purwakarta Tewas Oleh Begal

Berbagisemangat.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta dirundung duka. Seorang guru di SMPN 2 Bungursari, Purwakarta, meninggal dunia usai menjadi korban pembegalan. Yakni Enok Suhaeni (54 tahun), yang merupakan guru seni budaya dan keterampilan (SKB).

Aang Suherman (44 tahun) suami korban mengatakan, pada pukul 05.00 WIB Enok berangkat dari rumah di Purwasari, Karawang, menuju sekolah di Kecamatan Bungursari, Purwakarta. Ia saat itu diantar oleh Aang dengan menggunakan sepeda motor.

Setibanya di depan apotek Kimia Farma, Jl Ahmad Yani, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, sepeda motor yang ditumpangi Aang dan Enok dipepet dari arah belakang oleh sepeda motor lainnya.

“Dalam hitungan detik, motor yang memepet saya ini menjambret tas milik istri saya,” ujar Aang, saat ditemui di rumah duka di Kampung Bojong RT 33/05, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Selasa (27/3).

Seketika, lanjut Aang, istrinya terjatuh dari motor dengan posisi terlentang. Adapun motor yang dikendarainya oleng. Namun Aang masih bisa menyeimbangkan diri sehingga tidak jatuh.

Melihat istrinya terjatuh, Aang langsung menghentikan laju sepeda motornya dan mencari bantuan warga sekitar. Saat itu ia melihat istrinya kejang-kejang dan tak sadarkan diri.

Setelah bantuan datang, sambung Aang, isterinya tersebut dibawa ke RS Saraswati. Akan tetapi nyawa ibu guru yang enam tahun lagi pensiun itu tak tertolong.

“Pelaku ada dua orang, dengan mengendarai sepeda motor sport. Yang didepan, mengenakan helm. Sedangkan yang di belakang tidak,” ujar Aang.

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, mengaku pihaknya sudah menerima laporan soal aksi kejahatan jalanan dengan korban guru SMPN 2 Bungursari, Purwakarta ini. Polres segera melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku kejahatan ini.

“Hari ini, saya dan anggota sudah melakukan takziah ke rumah duka. Setelah itu, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Hendy.

Kasus kejahatan jalanan sampai menimbulkan korban jiwa ini, lanjutnya, merupakan kali pertama terjadi di Karawang. Biasanya, pelaku menganiaya korban dengan senjata tajam atau tangan kosong. Tidak sampai menghilangkan nyawa korbannya. Tetapi, kali ini aksi ini menimbulkan korban jiwa.

Karena itu, targetnya dalam waktu dekat kasus ini harus terungkap. Khusus untuk pelaku kejahatan jalanan, pihaknya tidak akan memberi ampun. Pilihannya hanya dua. Tembak kaki atau tembak mati.

“Pelaku, sepertinya penjahat kambuhan. Dalam waktu dekat, kita targetkan kasus ini segera terungkap,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto dan Sekdis Pendidikan Didi Garnadi serta kerabat korban juga terlihat melayat korban ke rumah duka.

(Berbagisemangat.com/Republika)

Related posts