Wow! Emma Watson Sumbang Rp 13 M untuk Korban Pelecehan Seksual

Berbagisemangat.com – Rentetan kasus pelecehan seksual yang kian banyak terkuak belakang ini membuat Emma Watson begitu prihatin. Sebagai bentuk kepeduliannya, ia rela mendonasikan uang US$ 1 juta atau sekitar Rp 13,5 miliar dari koceknya sendiri untuk para korban.

Seperti dikabarkan Female First, aktris yang juga aktivis sosial itu memberikan sumbangan tersebut melalui organisasi sosial UK Justice dan Equality Fund. Kedua organisasi tersebut bermisi memberikan dukungan dan rehabilitasi kepada korban pelecehan seksual.

Wow! Emma Watson Sumbang Rp 13 M untuk Korban Pelecehan SeksualEmma Watson di fashion show Dior. (Foto: Getty Images)

 

Sebelumnya, Emma Watson bersama 200 aktris lainnya membuat surat terbuka untuk mendukung gerakan Time’s Up yang muncul menyusul terkuaknya skandal pelecehan seksual di lingkaran Hollywood.

Nama-nama besar yang berpartisipasi dalam surat tersebut di antaranya Rebel Wilson, Emilia Clarke dan Olivia Colman. Surat itu terbit di koran Inggris The Observer menjelang perhelatan BAFTA ke-71 yang juga dijuluki sebagai Oscar-nya insan perfilman Inggris.

“Gerakan ini lebih besar dari sebuah perubahan di industri kita. Gerakan ini mencakup banyak aspek, mulai dari topik seputar ras, kelas, komunitas, lingkungan kerja, untuk membicarakan ketimpangan kekuasaan,” tulis mereka.

Emma Watson di Golden Globes 2018 bersama aktivis feminisme Marai Larasi.
Emma Watson di Golden Globes 2018 bersama aktivis feminisme Marai Larasi. (Foto: Getty Images)

Ketenaran memang tak pernah membuat bintang Harry Potter ini gelap mata pada isu sosial. Emma selalu terlalu terlibat aktif dalam kegiatan dan gerakan sosial, terutama yang terkait dengan perempuan dan kesetaraan gender. Pada 2014, ia bahkan mendeklarasikan dirinya sebagai seorang feminis dalam pidatonya di markas PBB.

“Aku memutuskan menjadi seorang feminis. Pilihan ini tidak sulit untukku. Tapi riset yang kulakukan baru-baru ini menunjukkan, feminisme bukanlah kata yang populer. Perempuan diminta untuk tidak mengidentifikasikan dirinya sebagai feminis. Sepertinya, aku salah satu wanita yang suaranya dilihat terlalu vokal, agresif, mengasingkan, anti-pria dan bahkan tidak menarik,” terang Emma.

[Berbagisemangat.com – Wolipop]

Please follow and like us:

Related posts