Inspiratif ! Dulu Gagal Dalam Berumah Tangga Dan Hutang Ratusan Juta, Sekarang Jadi Miliarder

Berbagisemangat.com – Pada usia 16 tahun ketika itu, diam-diam dia ke Beijing tanpa sepengetahuan orangtuanya, ia ingin menemukan jalan hidup yang lebih baik bagi seluruh keluarganya yang terdiri dari lima orang anggota keluarga.

Dia pernah bekerja sebagai pengasuh anak, pelayan hotel, juga pernah menjajakan buah-buahan dengan sepeda roda tiga, dia menceritakan tentang kegetiran hidup yang dialaminya di masa lalu.

Setelah mengalami berbagai kesulitan dalam hidupnya, dia pun memiliki karier dan keluarga yang indah-bahagia, tapi semuanya hancur terlalu cepat, yang membuatnya tak sanggup memikulnya.

Setelah beberapa kali pilihan antara hidup dan mati, dia bangkit dan berdiri dengan tegar, dan dengan bekal pemasaran buah-buahan yang dikuasainya, akhirnya dia berhasil membangun sebuah perusahaan dengan omset tahunan hampir 1 miliar yuan ( sekitar 2.1 triliun rupiah).

Sebenarnya roda hidup seperti apa yang telah dialami Liu Yun-Tian, gadis yang berkelana ke kota dalam meniti karier hidupnya ini ?

Usia 16 tahun, seharusnya seperti bunga yang bermekaran di musim semi, namun, kala itu, bunganya telah layu, ibunya jatuh sakit, sementara ayahnya sibuk mengurus sang ibu yang terbaring sakit di ranjang, kebun buah pun menjadi gersang (sumber ekonomi terputus), dan meninggalkan utang lebih dari 200 juta rupiah.

Dia adalah anak sulung dalam keluarganya, dan memutuskan berhenti sekolah saat masih duduk di kelas dua SMP, setelah itu, dia meninggalkan kampung halamannya menuju kota metropolitan Beijing.

Dia yang baru berusia 16 tahun kala itu memiliki satu keinginan yang kuat, yakni segera mencari uang sebanyak-banyaknya untuk biaya pengobatan ibunya, dan memikul beban hidup sekeluarga.

Sesampainya di Beijing, dia pun menjadi bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan, pertama karena pendidikannya rendah, kedua tidak punya keahlian/pengalaman kerja, dan juga tidak punya modal untuk usaha.

Namun, dia memiliki keyakinan yang kuat.

Liu Yun-Tian tertarik menekuni usaha jual-beli buah-buahan dengan modal yang tidak terlalu besar.

Baginya, menjalani bisnis buah-buahan adalah bidang yang dikuasainya. Dia meminjam 300 yuan (sekitar 600 ribu ) sebagai modal awal, dia membeli buah apel dari pasar grosir, kemudian menjajakan buah-buahannya dari gang ke gang dengan sepeda roda tiga.

Dia mengandalkan konsep kerja keras dan inovatif, terus mengklasifikasi secara rinci buah-buahannya, dan menjajakan sejumlah jenis buah, menjualnya secara eceran juga grosir.

Selama 5, 6 tahun, dia pun menjajakan buah-buahannya ke berbagai supermarket besar di Beijing.

Pada tahun 2000 silam, omset penjualan Liu Yun tian melampaui 100 juta yuan atau sekitar 210 miliar per tahun.

Dia juga mengajak adik-adiknya bekerja di tempat yang dikelolanya.

Sementara itu, orangtua Liu Yun-Tian mengenalkan calon (suami) untuknya, dan menikah.

Pada 1 Januari 2001, Liu Yun-Tian melahirkan seorang anak perempuan.

Tampaknya keberuntungan terlalu cepat menyambangi Liu Yun-Tian, dia hidup dalam kebahagiaan, namun, kebahagiaan itu juga terlalu singkat untuknya!

Dia tidak akan pernah lupa, pada Februari 2001 ketika itu, saat dia jalan-jalan ke supermarket di sekitar tempat tinggalnya, secara kebetulan dia melihat suaminya jalan-jalan mesra dengan wanita lain, dan wanita itu ternyata adalah salah satu karyawannya.

Saat itu, pikiran Liu Yun-Tian kosong.

Setelah kejadian itu, dia masih berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangganya, namun, tampaknya suaminya memang sudah bermaksud meninggalkannya.

Ketika itu, putrinya baru genap berusia satu bulan, namun, tak disangka rumah tangganya hancur begitu saja, dan yang lebih menyedihkan, mantan suaminya juga membawa pergi 400 ribu yuan (sekitar 840 juta rupiah) dan satu unit mobilnya.

Namun tragisnya, dia ditimpa bencana beruntun, tak lama setelah bercerai, beberapa supermarket gulung tikar dan pemiliknya kabur, uang sebesar hampir 20 juta yuan yang masih belum terbayar ikut raib bersama dengan pemilknya yang kabur entah kemana, dia pun terjerembab dalam keputus-asaan yang dalam.

Liu Yun-Tian bukan manusia super, dia hanya manusia biasa, tekanan hidup yang besar membuat sesak napasnya, kemudian terlintas dalam benaknya untuk mengakhiri hidupnya.

Dia pun sempat menyilet dirinya dengan pisau, menyundut lengan, pergelangan tangan, dan dahinya dengan rokok, sehingga meninggalkan banyak bekas luka yang masih jelas terlihat hingga sekarang, bahkan dia tidak berani memakai baju lengan pendek.

2 bulan kemudian, Liu Yun-Tian tiba-tiba kabur dari rumah, tidak meninggalkan pesan apa pun untuk keluarganya, dia menghilang begitu saja tanpa jejak, yang membuat panik keluarganya.

Ternyata Liu Yun-Tian ke Tibet sendirian, selama di Tibet, hatinya mendapat seberkas kedamaian batin.
Dia pernah berulang kali ingin mengakhiri hidupnya, tapi akhirnya dia memilih untuk kembali ke masyarakat.

Selama tiga bulan dan 17 hari, dia kembali ke Beijing dari Lhasa dengan berjalan kaki dan naik kendaraan umum, dan dalam perjalanan pulangnya, dia mendapat sebuah alasan yang memaksanya untuk bertahan hidup.

“Tidak masalah meski saya sendiri tidak punya keluarga (rumah tangga), tapi saya masih punya anak, punya keluarga, punya adik, mereka semua sangat mencintai saya, dan saya juga punya beban tanggung jawab yang harus saya pikul, bagaimana dengan mereka jika saya tidak ada, jadi sekarang saya sudah sadar sepenuhnya,”kata Liu Yun-Tian.

Dia menghabiskan tiga tahun waktunya untuk benar-benar keluar dari bayangan kelamnya, dan sepenuhnya bertekad membangun kariernya.

Kesuksesan dalam berkarir membutuhkan pikiran yang cerdas, dia mulai memfokuskan diri pada buah-buahan kelas atas, fokus pada izin impor yang baik.

Dia menandatangani kontrak dengan produksi di dalam negeri untuk membeli buah-buahan organik, di sembilan provinsi di daratan Tiongkok, total lebih dari 500.000 ha basis penanaman dengan koperasi telah dikembangkan.

Selain itu dia juga memperluas pasar luar negeri, dan mencapai kesepakatan kerjasama dengan beberapa basis budidaya buah di Thailand dan Vietnam.

Semasa Olimpiade Beijing 2008, Paralympic Games, dia terpilih sebagai pemasok buah organik, dan disiarkan secara bersamaan oleh berbagai media setempat.

Pada 2016, penjualan eceran Liu Yuntian melampaui 100 juta yuan (sekitar 210 miliar), ditambah dengan bisnis grosir yang dikelolanya, sehingga penjualan tahunan perusahaannya hampir mencapai 1 miliar yuan, sebuah angka yang fantastis.

Dia mengatakan : “Saya harus menjalani hidup yang tidak biasa seperti orang kebanyakan, bagaimanapun juga, saya adalah seorang wanita yang berbeda dengan orang lain.”

“Mungkin di mata orang-orang, pria itu seharusnya seperti pohon, sementara wanita adalah pohon rambat yang melilit pohon, yang tumbuh merambat ke atas.

“Tapi saya pikir saya adalah pohon dalam hidup saya, bukan pohon rambat yang hanya melilit pohon, semua penderitaan saya, akan selalu mengingatkan saya, agar saya memiliki keyakinan untuk hidup.

“ Saya juga merasa bahwa semua air mata saya akan mengalir di dalam sanubari saya, menumbuhkan bunga hidup yang terbaik, yang membuat saya tegar, dan dengan sangat bangga berdiri tegak di dunia ini,” katanya dengan tersenyum.

Kisah hidupnya sangat inspiratif yang membuat kita menyadari bahwa kita harus berani melangkah dengan tegar di bawah tekanan hidup yang bertubi-tubi.

Related posts