Kasus Corona Covid-19 Menurun Drastis di Korea Selatan, Bagaimana Caranya?

Berbagisemangat.com – Berita mengenai penyebaran virus Corona hingga hari ini terus memenuhi semua platform media di dunia. Namun, ada fakta baru yang mengejutkan datang dari Korea Selatan.

Saat ini, Korea Selatan sudah mengalami penurunan drastis kasus Corona. Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona setiap harinya lebih sedikit daripada orang yang sembuh.

Per 25 Maret 2020, jumlah korban yang terinfeksi adalah 100 orang, dan jumlah yang sembuh mencapai 223 orang.

Fakta tersebut memang tidak membebaskan peluang tersebarnya virus Corona di Korea Selatan. Namun, angka penurunan yang signifikan bisa menjadi tolak ukur keefektifan upaya penanggulangan virus Corona.

Dilansir dari New York Times, berikut cara yang dilakukan pemerintah Korea Selatan dalam menurunkan angka penyebaran virus Corona:

1. Pemerintah Sangat Tanggap

Dalam mengatasi kasus Corona di Korea Selatan, pemerintah sangat tanggap merespon kasus ini.

Dalam satu minggu setelah kasus pertama didiagnosis pada akhir Januari, pejabat pemerintah bertemu dengan perwakilan dari beberapa perusahaan medis.

Mereka mendesak perusahaan untuk segera mulai mengembangkan alat uji coronavirus untuk produksi massal.

Dan dalam dua minggu, ribuan alat tes dikirim setiap hari. Korea Selatan memproduksi 100.000 kit per hari.

Para pejabat juga dengan cepat memberlakukan tindakan darurat di kota Daegu, sebuah kota berpenduduk 2,5 juta di mana penularan menyebar dengan cepat melalui sebuah gereja lokal.

” Jika pemerintah merespon kasus ini lebih lambat, bisa dipastikan penyebarannya akan jauh lebih buruk” Ungkap Ki Mo-ran, seorang ahli epidemiologi Korea Selatan.

2. Korea Selatan Melakukan Tes Secara Massal

Korea Selatan telah melakukan lebih dari 300.000 tes, jumlahnya melebihi 40 kali lipat dari Amerika Serikat. Hal ini dilakukan, agar bisa segera melakukan isolasi dan mengobati banyak orang setelah mereka terinfeksi.

” Pengujian itu penting karena mengarah pada deteksi dini, meminimalkan penyebaran, dan bisa mengobati kasus ini lebih cepat, ” ungkap Kang Kyung-wha, Menteri luar Negeri Korea Selatan.

Agar rumah sakit dan klinik tidak kewalahan, Korea Selatan membuka 600 pusat pengujian Virus Corona. Hal ini dirancang untuk menyaring sebanyak mungkin orang, dan menjaga petugas kesehatan tetap aman dengan meminimalkan kontak.

Di 50 stasiun drive-through, dilakukan Tes Corona tanpa harus meninggalkan mobil mereka. Masyarakat diberikan kuesioner, pemindaian suhu jarak jauh dan cek tenggorokan. Proses tes itu hanya sekitar 10 menit. Hasil tes pun bisa keluar dalam beberapa jam.

Tes juga dilakukan di beberapa walk-in centre, dimana pasien memasuki ruangan yang menyerupai bilik telepon transparan. Lalu, Petugas kesehatan akan melakukan cek tenggorokan dengan sarung tangan yang terpasang di dinding kamar.

Pemerintah juga mengedarkan pesan kepada masyarakat Korea Selatan untuk melakukan tes jika mereka atau seseorang yang mereka kenal mengalami gejala.

Selain itu, kantor, hotel, restoran dan bangunan besar lainnya juga melakukan identifikasi suhu dengan menggunakan kamera termal.

3. Pelacakan Kontak, Isolasi dan Pengawasan

Ketika seseorang dinyatakan positif Corona, petugas kesehatan akan menelusuri riwayat perjalanan pasien untuk menguji (jika perlu mengisolasi) siapa pun yang kontak dengannya.

Dengan pelacakan itu, petugas kesehatan bisa mengidentifikasi kemungkinan penularan lebih dini.

Korea Selatan mengembangkan alat pelacakan kontak sehingga petugas kesehatan bisa menelusuri pergerakan pasien menggunakan rekaman kamera keamanan, catatan kartu kredit, bahkan data GPS dari mobil dan ponsel mereka.

Ketika wabah Virus Corona mulai meningkat, pemerintah juga mengirimkan pesan massal. Ponsel masyarakat Korea Selatan akan bergetar dengan peringatan darurat. Hal itu akan muncul setiap kali ditemukan kasus baru di distrik mereka.

Situs web dan aplikasi juga merinci jadwal perjalanan orang yang terinfeksi – bus mana yang mereka naiki, kapan dan di mana mereka naik dan turun.

4. Korea Selatan Meminta Bantuan Publik

Pemerintah Korea Selatan meminta bantuan dari publik terkait pengumuman informasi virus Corona. Siaran televisi dan stasiun kereta bawah tanah memberikan pengingat kepada masyarakat Korea Selatan untuk memakai masker wajah, dan melakukan social distancing.

” Dengan kepercayaan terhadap publik, kesadaran masyarakat juga meningkat sangat tinggi. Sehingga upaya pemerintah bisa tercapai” ungkap Lee Tae-ho, wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan.

Selain itu, sistem perawatan kesehatan juga menjamin sebagian besar biaya perawatan. Pemerintah menerapkan aturan khusus yang mencakup biaya perawatan, dan biaya tes virus corona.

Sumber New York Times

Related posts