Keasyikan Lockdown, Bobot Pemuda Ini Naik 100 Kg Cuma Dalam 5 Bulan!

Seorang pria asal Wuhan, China menjadi sorotan banyak orang setelah bobotnya naik hingga 100 Kilogram (Kg) dalam waktu lima bulan. Bobotnya naik drastis akibat pria itu menjalani masa karantina mandiri setelah muncul pandemi virus Covid-19 beberapa waktu lalu.

Pria yang hanya disebut bermarga Zhou itu sudah tidak fit lagi ketika wabah corona mulai menyebar di ibu kota Provinsi Hubei tersebut.

Pada awalnya, pria 26 tahun itu tetap berusaha mempertahankan berat badannya. Dia berusaha tetap menyibukkan diri dengan bekerja di kafe dan menjalani gaya hidup normal.

Namun semuanya berubah ketika lockdown yang diberlakukan pemerintah China resmi diterapkan. Zhou mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Akibatnya, seperti yang dilansir dari Oddity Central, Selasa 16 Juni 2020, bobotnya mulai bertambah karena sudah lama tidak membuang kalori.

Dalam waktu lima bulan, berat badannya menjadi 616 pound (280 kg). Artinya ia naik lebih dari 200 pind atau 100kg selama masa karantina.

Kasusnya jadi perbincangan publik pekan lalu dan diungkapkan oleh dokter yang merawatnya di Rumah Sakit University Central South Wuhan pada 1 Juni 2020.

Tak Bisa Tidur

 Zhou

Pada tim medis, Zhou mengungkapkan bobot dia yang bertambah membuatnya kesulitan tidur sehingga butuh pertolongan.

” Dokter, saya bahkan tidak bisa tidur selama 48 jam. Bisakah Anda membantu saya?” tanyanya kepada Dr Li Zhen, Wakil Direktur Pusat Bedah Metabolik dan Obesitas.

Dia mengaku sudah menghubungi sejumlah dokter. Namun, mereka semuanya menolaknya dikarenakan bobot Zhen yang terlampau besar tersebut.

Dilarikan ke UGD

Setelah tim paramedis berupaya mengangkatnya dari rumah ke ambulans, ia segera dilarikan ke bagian Unit Gawat Darurat (UGD).

Saat diperiksa, tim dokter mendiagnosanya mengalami sejumlah kondisi medis seperti gagal jantung dan masalah dibagian pernapasan.

Masalah semakin pelik akibat berat badannya, dokter tidak mampu melakukan tes tekanan darah atau tes EEG di otak.

Keluar Dari Masa Darurat

 Zhou

Selama 10 hari, tim medis berupaya membuat Zhou dalam kondisi stabil. Akhirnya pada 11 Juni, kondisinya dinyatakan keluar dari masa darurat.

Dr Li Zhen menerangkan, kenaikan signifikan yang terjadid pada Zhen bukan hanya karena faktor genetik. Namun juga adanya kelainan endoktrin yang diperparah dengan tidak adanya aktivitas.

Dia dan timnya berharap Zhou bisa turun setidaknya 22kg, sehingga mereka bisa melakukan bypass lambung atau operasi lemak di perut.

” Saya sangat berharap dengan diet dan metode lain, bobot dia bisa berkurang hingga 22 kg, sehingga risiko operasi bisa dikurangi,” jelas Li.

Related posts