Keren, Pemuda Bandung Ubah Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

Berbagisemangat.com – Kulit ular, buaya, sapi, atau kambing sudah lumrah dijadikan sebagai bahan pembuatan sepatu. Tapi, Anda pernah membayangkan ceker atau kaki ayam dijadikan sepatu?

Hal itu yang dilakukan pemilik brand sepatu Hirka, Nurman Farieka Ramdhany. Ia menyulap ceker ayam menjadi bahan untuk pembuatan sepatu.

Bagian yang diambil dari ceker ayam itu adalah kulitnya. Tapi, tentu harus melalui berbagai proses hingga akhirnya bisa dijadikan sepatu.

Kulit ceker lebih dulu direndam menggunakan garam. Setelah itu, ceker diolah sedemikian rupa hingga memiliki kekuatan dan warna yang diinginkan.

Prosesnya pengolahan ceker itu bisa mencapai 10 hari. Sedangkan untuk dibuat menjadi sepatu, pembuatannya bisa mencapai tujuh hari.

Model sepatu yang dibuat pun bernuansa formal dan semi formal, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Bahkan, sepatunya tergolong modis dan kekinian.

“Dalam seminggu kita bisa bikin sampai empat pasang,” ucap Nurman.

Proses pembuatan sepatu dari kulit ceker ayam itu cukup rumit. Sebab, setelah diolah, kulit harus disambungkan hingga membentuk sesuai pola dan motif yang diinginkan. Setelah itu, ada berbagai tahapan lain hingga sepatu siap dijual.

Nurman mengatakan tidak langsung berhasil dalam mengolah kulit ceker ayam itu. Ia bereksperimen dan melakukan berbagai riset agar kulit ceker ayam itu memiliki ketahanan mumpuni selayaknya kulit sapi atau kulit lainnya.

“Saya eksperimen itu antara 1-3 tahun dari 2015,” ucap pria 23 tahun itu.

Harga dari sepatu produknya itu pun bervariatif. Untuk sepatu laki-laki, harganya di kisaran Rp1-2 juta. Sedangkan sepatu wanita dibanderol di kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

“Pangsa pasar yang kita mengejar segmen mengengah ke atas yang penghasilannya di atas Rp10 juta,” jelas Nurman.

Brand sepatu Hika, terbuat dari ceker ayam [OPSI.ID/Budiana Rismawan]
Brand sepatu Hirka, terbuat dari ceker ayam
Produk Nurman sendiri bisa didapat di galeri yang terdapat di rumahnya, tepatnya di Gang Subur, Regol, Kota Bandung. Di luar itu, ia memasarkannya secara online dengan mempromosikannya di akun Instagram @hirka.id dan @hirkastore.

Sejauh ini, penjualan memang belum banyak. Sebab, masyarakat belum begitu banyak yang tahu soal produknya, termasuk kualitasnya. Dalam sebulan, rata-rata terjual satu hingga empat pasang.

Di luar itu, Nurman juga memiliki produk sepatu lainnya dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Tapi bahan yang digunakan berbeda, salah satunya berbahan kanvas.

Related posts