Ketika Anak Zaman Sekarang Lebih Kenal Nama Influencer Ketimbang Tokoh Bangsa

Berbagisemangat.com – Belakangan ini dunia maya dihebohkan sebuah video dari kreator TikTok yang menampilkan kids zaman now lebih mengenal nama influencer atau figure publik ketimbang tokoh bangsa. Bahkan, kini video tersebut viral di media sosial.

Diketahui, video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun TikTok @iben_ma pada Minggu (18/10). Dalam potongan video tersebut, seorang pria bernama Benjamin Master Adhisurya yang merupakan kreator TikTok melakukan eksperimen dengan menanyakan lima orang anak mengenai nama figure publik dan tokoh bangsa.

“Jadi minggu ini gua melakukan social experiment lagi. Kali ini terkait dengan Influencer. Apakah benar Influencer lebih terkenal dibanding tokoh-tokoh penting Indonesia?” tulis Benjamin.

Dari potongan video pertama, seorang anak memakai kaus abu-abu tampak lebih mengenal figure publik mulai dari Awkarin, Reza Arab, Atta Halilintar hingga Sule. Namun, ketika ditanya mengenai pejabat negara atau tokoh bangsa yakni Kartini, Tri Rismaharini, Gusdur hingga Mohammad Hatta, anak tersebut sama sekali tidak mengenal.

Tak hanya itu, empat orang anak lainnya juga menjawab dengan hal yang sama. Mereka berempat tampak sama sekali tidak mengenal para pejabat publik atau tokoh bangsa yang ditanya oleh Benjamin.

Sontak, melihat hal itu, banyak warganet merasa miris melihat anak-anak zaman sekarang ternyata sama sekali tidak mengenal tokoh bangsanya sendiri. Selain itu, ada juga yang menyalahkan pendidik atau orang tua yang dianggap tidak mengajarkan sejarah bangsa.

“Salah mereka atau salah yang mendidik mereka?” tulis @cristiantottirp04.

Namun, terlepas dari itu, kini video tersebut heboh di media sosial lantaran para warganet seakan tak percaya kids zaman now ternyata lebih mengenal influencer atau figure publik ketimbang pejabat publik atau tokoh bangsa.

“Benar kata Soekarno. Kemajuan dan kecanggihan elektronik itu membahayakan masa depan bangsa,” sahut @ibendalbo.

“Kok aneh ya, kurikulum mereka isinya apa sih? Jangan judge anaknya dulu ya seharusnya kita lihat kurikulum dulu apakah mapel PKN-nya benar atau nggak,” timpal @Sam Hooligan.

Related posts