Kisah Haru Kakek Dalimin, Jualan Kangkung dan Buku tentang Era Jepang

Mbah Dalimin, seorang lansia di Solo, Jawa Tengah baru-baru ini viral di media sosial. Di usianya senjanya, kakek-kakek itu tak pantang menyerah bekerja demi menyambung hidup.

Potret Mbah Dalimin mulanya menyebar oleh seorang akun Instagram @thoric.idn. Warganet yang melihatnya dibuat terharu.

Berdasarkan foto-foto yang dibagikan, terlihat sosok Mbah Dalimin yang memakai setelan baju cokelat-hitam tengah duduk di bawah pohon di pinggir jalan.

Ia juga mengenakan kacamata, peci hitam dan masker yang digantungkan di telinga. Sementara di tangannya, Mbah Dalimin tampak memegang beberapa ikat kangkung.

Menurut keterangan yang dituliskan @thoric.idn, pria berusia 78 tahun tersebut setiap hari berjualan kangkung di sekitar Alun-alun Kidul (Alkid), Solo.

Kangkung-kangkung itu dijual kepada pembeli sebagai pakan sapi. Untuk setiap ikatnya, Mbah Dalimin hanya mematok harga Rp 2.500.

“Beliau dari pagi jam 6an pagi udah stand by di lapak..,” tulis Thoriq seperti dikutip

Dia menceritakan, Mbah Dalimin juga memiliki kebiasan unik ketika berinteraksi dengan pembeli. Ia akan sangat antusias apabila ditanya soal zaman penjajahan Jepang.

Namun karena mengalami gangguan pendengaran, kakek penjual kangkung itu akan meminta pembeli untuk menuliskan pertanyaan lewat buku yang telah dipersiapkan.

“Beliau akan bersemangat untuk ngobrol tentangg jaman Jepang. Dan uniknya, setiap pertanyaan yang kita ajukan: Wajib melalui buku yangg ditulis besar besar..”, imbuh Thoriq.

Dari buku itu juga, Thoriq menerangkan, dirinya memperoleh sedikit informasi tentang kehidupan Mbah Dalimin.

Rupanya Mbah Dalimin selama ini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang lantaran tetap bersemangat bekerja meski sudah tua.

Banyak orang yang kemudian menunjukkan simpatinya kepada kakek-kakek tersebut.

“Dari tulisan tulisan yang kubaca di bukunya, banyak juga yangg memberikan tali kasih sekedar untuk membayar biaya Kost Mbah Dalimin..,” ujar Thoriq.

Related posts