Kisah Ibu Penjual Sayur Keliling, Tak Bisa Beli Susu Khusus Untuk Anaknya Yang Gizi buruk

Tak ada biaya sama sekali, Ibu penjual Sayur ini berjuang agar anaknya yang menderita hidrosefalus dan gizi buruk bisa kontrol rutin dirumah sakit. Puspita Sari kini tengah merintis usaha berjualan sayur keliling di era new normal ini untuk membiayai anaknya kontrol rutin di Rumah Sakit Umum Pusat Kota Palembang. Sebelumnya ia pernah berjualan kue di depan rumahnya, Namun semenjak wabah pandemi banyak orang yang takut beli jajan diluar. Sehingga kue jualannya tidak pernah habis dan akhirnya iapun berhenti jualan kue.

Anaknya, Muhammad Azzam Basit atau sering dipanggil Azzam saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Terlebih karena tidak lagi dibawa ke rumah sakit untuk kontrol rutin dan tidak juga minum susu anjuran dokter, Di usianya yang kini 2 tahun lebih 6 bulan beratnya hanya 8,5 Kg dan belum bisa bertopang pada tubuhnya sendiri seperti untuk duduk maupun berdiri.

Namun apa daya, Ibunya hanya penjual sayur keliling dan ayahnya hanya seorang buruh tani yang juga kerja serabutan sehingga penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Usaha keduanya tidak bisa mencukupi biaya kontrol di rumah sakit dan juga membeli susu yang direkomendasikan oleh dokter. Tapi mereka masih punya harapan jika para sahabat membantu meringankan beban mereka, Mungkin sedikit yang sahabat berikan akan sangat bermanfaat bagi kesembuhan azzam.

 

Related posts