Kisah Iki Selamatkan Teman Saat Tsunami Palu tapi Kehilangan Mertua

Berbagisemangat.com – Iki (21) menjadi satu dari sekian banyak yang selamat dari terjangan tsunami di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia sempat menyelamatkan seorang teman tapi kehilangan mertua dan anak tirinya.

Saat kejadian, Iki sedang berada di tempat kerjanya di sebuah kafe di Pantai Talise. Saat itu di kafe tersebut akan diadakan pertunjukan musik akustik.

“Saya lagi setel-setel alat, coba-coba musik, lalu langsung gempa. Pas dia goyang, berhenti sebentar, air naik,” kata Iki mengawali ceritanya saat ditemui di kawasan Pantai Mamboro, Kamis (4/10/2018).

Kafe tempat Iki bekerja saat itu sedang ramai pengunjung. Sebenarnya 15 band juga sudah disiapkan untuk mengisi acara.

Saat gempa mengguncang, dia tak begitu panik. Namun ketika melihat air laut naik, Iki berpikir lain. Nalurinya mengatakan harus lari dan menyelamatkan diri.

Di tengah kepanikan itu, salah seorang pekerja kafe jatuh ketika turun tangga dari lantai 2. Melihat itu, Iki berhenti berlari. Dia mencoba menyelamatkan temannya itu dan lari menjauhi pantai.

“Saat itu saya selamatkan teman, dia jatuh dari tangga. Mukanya hancur kan tertimpa tembok. Saya bawa lari cari bantuan, ada yang pakai mobil bawa dia, setelah itu saya tidak tahu lagi kondisinya bagaimana,” ungkap Iki.

Namun perjuangannya tak sampai di situ. Air yang sudah makin dekat dengan bibir pantai terus mengejar. Pria asal Pantoloan, Palu Utara, itu kembali berlari. Masjid Agung Palu yang jaraknya sekitar 1 kilometer jadi harapannya agar selamat dari bencana.

“Masjid itu bertingkat. Sudah penuh sama orang-orang semua. Alhamdulillah air tidak sampai ke situ, jadi kita yang di situ selamat,” ucap Iki.

Ketika kepanikan mulai reda, dia pulang menemui istrinya. Sang istri selamat, tapi Iki kehilangan mertua dan anak perempuannya yang masih duduk di kelas III SD.

“Waktu itu saya baru tahu mertua dan anak tiri saya ada di Jembatan Kuning. Sudah saya cari ke rumah sakit. Kata orang RS Bhayangkara ada jenazahnya, tapi saya belum lihat langsung. Sudah dimakamkan di pemakaman massal,” tutur dia.

Iki kini tinggal di rumahnya bersama keluarga yang selamat dari guncangan gempa. Gelombang tsunami yang terjadi masih menyisakan rasa takut di pikirannya.

Related posts