Kisah Khabib Nurmagomedov, Pria Muslim Yang Akan Melawan McGregor

Berbagisemangat.com – Pertandingan UFC 229 yang akan mempertemukan Conor McGregor melawan Khabib Nurmagomedov dilaksanakan pada Sabtu, 6 Oktober pukul 15.30 waktu Las Vegas, Amerika Serikat.

Sosok Khabib Nurmagomedov dianggap sebagai sosok yang misterius oleh penggemarnya. Lalu, siapakah sosok Khabib Nurmagomedov sesungguhnya?

Saat Nurmagomedov tiba di Akademi Kickboxing Amerika tahun 2012, dia hampir tidak bisa berbahasa Inggris. Hambatan bahasa membuatnya sulit berkomunikasi dengan pelatih barunya dan interaksi mereka hanya sejauh fisik semata.

Baru setelah Nurmagomedov ditangani oleh Javier Mendez, dia mengatakan bahwa Nurmagomedov adalah pekerja keras. Setiap kali Mendez mengatakan pada Nurmagomedov untuk sedikit bersantai dalam latihannya, Nurmagomedov justru berlatih lebih keras.

Setahun kemudian, Nurmagomedov berkata kepada pelatihanya bahwa ketika dia menyuruh Nurmagomedov untuk ‘bersantai’ dia berpikir justru itu anjuran untuk bekerja lebih keras.

Saat itu Nurmagomedov masih 23 tahun dan dia membuat dirinya bertransisi ke pertarungan profesional setelah dua kali memenangkan kejuaraan sambo.

Tidak butuh waktu lama bagi Mendez untuk menyadari bahawa Nurmagomedov adalah calon juara masa depan di tangannya. Enam dan sembilan tahun pertarungan kemudian, Nurmagomedov naik ke posisi 26-0 di bawah asuhan Mendez dan pelatih AKA.

Bulan April lalu, Nurmagomedov memenangkan gelar UFC dengan kemenangan bulat atas Al Iaquinta di UFC 223. Bahasa Inggris Nurmagomedov juga telah berkembang jauh.

Dia juga memposisikan dirinya sebagai lawan Megastar Conor McGregor pada pertandingan mendatang. Tetap saja, kehidupan dari Nurmagomedov di AKA hingga sekarang menjadi juara masih menjadi teka-teki bagi penggemarnya.

Nurmagomedov lahir di desa Sildi, Dagestan, Rusia yang bertetangga dengan Chechnya dan Georgia dan sejak tahun 2000 perang gerilya menyebar melintasi perbatasan Chechnya.

Banyak perselisihan politik dan pertempuran di Rusia dan tempat lain. Daerah tersebut memiliki tingkat kejahatan teroris yang tinggi di negara itu dan telah memerangi pemberontakan.

Ketika Nurmagomedov masih kecil, keluarganya pindah ke Makhachkala, ibu kota Dagestan. Ayahnya yang seorang veteran dan pelatih berhasil mengubah satu lantai rumahnya menjadi pusat kebugaran.

Situasi sosial yang memburuk di Dagestan mendorong para orangtua untuk mendaftarkan anaknya ke dalam program olahraga yang disponsori oleh negara, seperti gulat, judo, dan sambo.

Nurmagomedov mendapat peringkat ‘Master Internasional Olahraga’ dalam empat disiplin seni bela diri dan bersaing di tingkat nasional dalam gulat gaya bebas.

Nurmagomedov mengatakan bahwa ayahnya telah menginvestasikan banyak waktu dan energi dalam dirnya dan dia menghabiskan masa kecil di gym.

Nurmagomedov memulai karir profesionalnya di MMA pada usia 20 tahun pada September 2008. Dia selalu tampil mengesankan pada setiap pertandingan dan pertandingan bergelora yang tak kenal lelah.

Bahkan ada video yang telah dikonfirmasi oleh ayahnya bahawa Nurmagomedov pernah bergulat dengan beruang. Kekalahannya dari Iaquinte dalam pertarungan singkat bulan April membuatnya menjadi juara muslim pertama dalam sejarah UFC.

Nurmagomedov memang sangat menjaga kehidupan pribadinya dari khalayak umum. Sebagian besar penggemar MMA tidak menyadari bahwa Nurmagomedov adalah seorang ayah karena dia tidak pernah berbicara mengenai hal itu.

Dia juga tidak pernah menyebutkan istrinya. Hal ini sebagian bisa karena dia dibesarkan di Kaukasus Utara, di mana tradisi menuntut tingkat maskulinitas dan patriarki tertentu. Hal ini tentu saja berkontribusi pada persona misteriusnya.

Please follow and like us:

Related posts