Kisah Sukses Fauziah Utami Manfaatkan Limbah Kulit Sapi Jadi Tas Cantik

Berbagisemangat.com – Fauziah Utami (45,) warga Jalan Sepak Bola BB 26, Perumahan Japan Raya, Sooko, Kabupaten Mojokerto, menyulap limbah kulit sapi menjadi kerajinan tas bernilai ekonomis. Dia memulai membuat kerajinan tas pada tahun 2006 lalu.

Ilmu membuat kerajinan tas dari perca kulit, Tammy (sapaan akrabnya) dapatkan dari perajin kulit di Tanggulangin, Sidoarjo. Dia belajar selama 1 bulan.

“Saya memang ingin membuat usaha kreativitas. Lalu saya belajar ke pengrajin Tanggulangin selama satu bulan. Tiga kali dalam seminggu saya belajar selama 4 jam pulang-pergi naik motor sendiri,” katanya, Selasa (9/10/2018).

Di sana, dia belajar teknik sulaman dasar yakni membuat model bulat pada tas. Selanjutnya dia mengembangkan teknik secara otodidak.

“Awalnya saya hanya bisa membuat model bulatan. Kemudian saya kembangkan sendiri membuat model segitiga dan kotak,” ucapnya.

Setelah mahir membuat beberapa model sulaman, Tammy memberanikan diri membeli bahan produksi dengan uang belanjanya. Bahan produksi ia beli di pengusaha sepatu Desa Belimbing Sari, Sooko, Kabupaten Mojokerto. “Modal awal saya Rp 500.000,” ujarnya.

Saat pertama kali produksi, ia sempat menemui kendala yakni, membuat kantong dan handle (pegangan) tas. Namun ia tak menyerah begitu saja. Tammy terus mengotak-atik hingga ia dapat membuat kantong dan handle tas dengan caranya sendiri.

“Saya mengotak-otik selama satu bulan dan jadi sebuah produk tas kulit perca yang sempurna. Meski satu bulan hanya bisa memproduksi satu tas, saya bangga sekali,” terangnya seraya tertawa.

Tammy melanjutkan, produk tas pertamanya itu ia tunjukkan ke tetangga. Tammy tak menduga rupanya para tetangga sangat terkesan dengan produk tasnya. “Respon dari tetangga baik. Salah satu tetangga akhirnya membeli tas itu dengan harga Rp 150.000. uang Rp 150.000 pada tahun 2006 itu lumayan banyak,” ungkapnya.

Melihat respon tetangga, Tammy melebarkan sayap penjualan. Dia mencoba membuka stan dagangan di Benteng Pancasila setiap Minggu pagi.

“Dari situ produk saya dikenal warga Mojokerto dan Disperindag. Kemudian saya juga diajak ikut pelatihan,” urainya.

Riwayat

Awal mula mendirikan usaha, pelanggan produk tas kulit perca Fauziah Utami (45) dapat dihitung dengan jari. Sebab, produknya masih kalah bersaing dengan produk tas import.

“Awal tidak ada gak laku. Hanya segelintir orang saja yang membeli. karena prodak import berdatangan. tapi saya tetap percaya diri,” katanya, Selasa (9/10).

Kerja keras Tammy (sapaan akrabnya) pun berbuah manis. Pada tahun 2009 produk tas kulit perca miliknya naik daun. Bahkan, warga dari luar kota Mojokerto dan turis manca negara tertarik untuk membeli produknya.

“Saya dari awal memang bertekad mendirikan usaha kerajinan. Saya tak mudah menyerah hingga akhirnya pada tahun 2009 penjualan tas saya sampai di Kediri. Lalu booming di Semarang. Bule dari Malaysia juga tertarik membeli produk saya. Perbulan 30 tas ludes terjual,” paparnya.

Lambat laun, teknologi semakin berkembang. Dia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk yang diberi nama Amyrose D’Craft.

“Saya memasarkan lewat aplikasi jual beli Instagram dan Facebook. Karena memasarkan melalui media sosial dapat mendongkrak penjualan. Selama satu bulan 60 pcs tas terjual,” terangnya.

Tammy juga menerima kustom tas kulit perca. Pelanggan dapat memesan tas sesuai keinginannya. Sementara ini produk tas Tammy terdiri dari tiga model yakni, tas jinjing, tas selempang, dan double handle.

“Harga tergantung ukuran tas. Untuk tas ukuran Rp 50.000 sedang yang besar Rp 700.000. pendapatan saya sebulan mencapai Rp 30 juta,” sebutnya.

Wanita lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang bidang studi ilmu Administrasi Niaga ini juga menambahkan variasi kekinian untuk produk tasnya.

Dia menambahkan beberapa ornamen seperti sulaman kain perca berbentuk bunga, bros, pernak-pernik modern, handle tas terbuat dari kayu dan ring.

“Model terbaru tas kulit perca motif daun kawung. Tas buatan saya cocok untuk jalan-jalan maupun digunakan untuk pesta,” pungkasnya.

Please follow and like us:

Related posts