Kisah Surati, Bocah Palu Relawan PMI Yang Ingin Kembali Sekolah

Berbagisemangat.com – Sudah lebih dari dua pekan paska bencana gempa dan tsunami yang menerjang daratan indonesia di Sulawesi Tengah. Menyisakan cerita yanng mendalam khususnya bagi warga yang terdampak.

Hampir semangat semua orang pun berkurang, pekerjaan terhenti dan aktivitas pendidikan formal pun seketika menghilang. Hanya ada tumpukan sisa-sisa reruntuhan, dan kuburan massal.

Tenda-tenda kokoh pengungsian yang kini menjadi tempat tinggal mereka selama beberapa hari, dingin panas sempit sudah pasti mereka semua rasakan, seluruh korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.

1. PMI hibur anak-anak korban bencana Palu di pengungsian

Kisah Haru Bocah Palu Surati Relawan PMI Karena Ingin Kembali Sekolah

Bencana alam inipun mengundang hati nurani seluruh warga dunia, relawan Indonesia bahkan mata dunia, mereka berbondong-bondong terbang ke Palu meskipun akses jalan sulit dan tersendat. Tak terkecuali relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dengan prinsip kemanusiaan yang tak mengenal suku, ras, agama maupun budaya ikut mengulurkan bantuan, mulai dari moril maupun materil.

Ini menjadi kesempatan para relawan PMI untuk menghibur anak-anak korban bencana yang dirundung duka kehilangan rumah, keluarga dan pendidikannya, para relawan PMI ini bahkan menghabiskan waktu mereka bermain bersama anak-anak korban bencana dan memberikan dukungan psikososial berupa bermain sambil belajar.

2. PMI mendapat surat dari bocah di pengungsian. Apa ya isinya?

Kisah Haru Bocah Palu Surati Relawan PMI Karena Ingin Kembali Sekolah

Rupanya hal ini sangat membekas di hati salah satu anak korban pengungsian di Desa Tando Kota Palu, mereka gembira ketika bermain bersama para relawan PMI mengingat mereka yang juga merindukan sekolahnya untuk belajar kembali, bahkan hal ini membuat ‘Aras’, siswa kelas 4 Sekolah Dasar Inpers 1 Tondo menuliskan surat untuk relawan PMI yang selalu setia dan menjadi teman bermainnya selama di pengungsian.

Surat singkat yang ditulis pun begitu mengharukan, ia menyampaikan ucapan terima kasihnya melalui surat dengan rasa bahagia dan senangnya meskipun masih merasakan dingin dan panasnya tenda pengungsian bahkan ia mengatakan ingin kembali bersekolah, surat itu berisi catatan kecil dia kepada relawan PMI.

“Surat untuk Kaka PMI, selama di pengungsian saya mengalami panas, dan kedinginan pada malam hari, di saat itu saya berpisah dengan keluarga saya, saya pengen sekolah lagi untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi. Terima kasih kaka PMI yang telah menghibur Aras bermain dan menggambar. Semoga kaka sehat selalu dan bisa main kembali ke pengungsian, salam dari saya Aras Putra Ramadan Mutar M Ali wahyudin,” tulis Aras dalam secarik kertas.

Begitulah surat singkat yang ditulis Aras, semangatnya yang ingin kembali sekolah semoga segera terwujud, serta bisa kembali berkumpul bersama keluarganya dirumah yang layak.

3. PMI akan bantu anak-anak untuk segera bisa kembali sekolah

Kisah Haru Bocah Palu Surati Relawan PMI Karena Ingin Kembali Sekolah

Koordinator layanan Psikososial Support Program (PSP) PMI di Palu, Malla Sari mengatakan, hampir setiap hari timnya berkunjung ke tenda-tenda pengungsian, melakukan pendampingan psikososial dan interaksi dengan warga pengungsi baik kelompok ibu-ibu, terutama anak-anak.

Dia mengaku sangat terharu ketika mengunjungi camp pengungsian di lapangan bola di Desa Tando yang disulapnya menjadi pengungsian sementara warga masyarakat di sana. Saat itulah dirinya mendapatkan sepucuk surat dari salah satu anak pengungsi yang bernama Aras.

“Terenyuh rasanya, tiba-tiba datang seorang anak memberikan surat yang ditulis di atas kertas buku gambarnya. Setelah membaca kami pun dibuat tersenyum, di benak kami, kegiatan yang kami lakukan memberikan dampak positif,” aku Malla.

4. Bantuan secara psikososial akan terus dilakukan PMI hingga kondisi kembali normal

Kisah Haru Bocah Palu Surati Relawan PMI Karena Ingin Kembali Sekolah

Kecemasan, ketakutan masih menyelimuti dan dirasakan oleh banyak warga termasuk anak-anak. Sehingga PMI mengajak interaksi ibu-ibu dan anak-anak dengan berbagai pendekatan.

Dukungan psikososial adalah salah satu bentuk pelayanan PMI yang diberikan untuk membantu penyintas bencana agar dapat memperoleh kembali fungsi sosialnya, serta dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna.

“Interaksi kami dengan anak-anak dengan cara mengajak bernyanyi, cerita, menggambar dan beberapa permainan edukatif. Sedangkan saat bersama ibu-ibu, kami mengajak berbicara, diskusi kelompok dan melakukan kegiatan Pertolongan pertama secara psikologis.”

“Kami berharap warga dapat menerima kenyataan dengan tetap memiliki semangat dan mental yang kuat,” ujar Malla.

Related posts