Kisah Tim Satgas Darat Karhutla, Digaji Rp 750 Ribu Per Bulan, Pekerjaan Berjibaku Memadamkan Api

Berbagisemangat.com – Kebakaran hutan, kebun dan lahan di beberapa wilayah dalam Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hingga kini masih terus terjadi. Tim gabungan Satgas Darat Karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, TRC BPBD dan masyarakat berjibaku memadamkan api hampir setiap hari.

Mereka rela meninggalkan anak, istri dan keluarganya di rumah hingga mengorbankan waktu istirahatnya demi sebuah tugas mulia. Terkadang mereka tidak sempat lagi istirahat, karena baru pulang memadamkan api tiba-tiba mendapat laporan di tempat lain juga terjadi kebakaran.

Tak ada pilihan lain, demi tugas mereka terpaksa langsung menuju lokasi yang dilaporkan tersebut untuk memadamkan api agar tidak meluas. Tugas mereka tidak boleh dianggap remeh, sebab mereka bertaruh nyawa melawan kobaran api yang memakan setiap tumbuhan di atas lahan yang terbakar.

Bahkan mereka beberapa kali nyaris terpanggang jadi santapan api saat berupaya memadamkan kebakaran hutan, kebun dan lahan.

“Saro, nanggong nian kami, kulit raso ngelupas galo,” cerita salah seorang anggota Satgas Karhutla, Ari Wijaya pada Tribunsumsel, Minggu (22/9/2019).

Meski demikian, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara itu tetap semangat memadamkan api. Walaupun imbalan yang mereka terima sebagai anggota TRC BPBD Muratara sangat jauh dari kata cukup, hanya Rp 750 ribu setiap bulannya.

“Kami pegawai honorer, kalau gaji kami di TRC ini 750 ribu. Kalau honor jadi Satgas Karhutla 145 ribu per hari, itulah makan minum, rokok, dan minyak motor (bbm),” katanya.

“Inilah loyalitas kami sebagai anggota TRC BPBD Muratara, dimanapun kami ditugaskan, kami akan bekerja dengan penuh semangat,” tambahnya.

Anggota Satgas lainnya, Pandi yang juga tergabung dalam TRC BPBD Muratara ingin menunjukkan loyalitasnya mengabdikan diri dalam menanggulangi Karhutla.

Related posts