Kuliah Sambil Nyambi Jadi Driver GrabCar, Mahasiswi ini Lulus dengan Predikat Cumlaude

Berbagisemangat.com – Lulus dengan predikat cumlaude tentu itu merupakan impian dari semua mahasiswa. Saat sukses menyandang predikat cumlaude, semua rasa campur jadi satu.

Mungkin hal itulah yang dirasakan mahasiswi satu ini. Seorang mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rizky Aulia Hasyim tak kuasa menahan haru dan bangga ketik ia dinyatakan lulus menyandang predikat cumlaude. Wanita kelahiran 22 April 1997 itu baru saja menjalani wisudanya pada 29 Juni 2019 lalu dengan IPK 3,92.

Saat momen berharga itu ia mencuri perhatian khalayak dengan mengenakan toga unik yang berbeda dari toga teman-teman seangkatannya, yakni toga dengan selempang hijau bertuliskan “Grab”. Ternyata Rizky sudah 1,5 tahun ini nyambi jadi driver Grab, tepatnya sejak ia masuk semester 6 kuliah.

Perempuan asal Yogya itu berjuang menamatkan studinya di jurusan Ekonomi Islam agar tepat waktu sambil menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi pengemudi layanan roda empat (GrabCar).

Rizky menjadi tumpuan keluarganya setelah sang ayah kehilangan pekerjaan akibat terbentur masalah internal di perusahaannya bekerja beberapa tahun lalu.

Sementara itu sang ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga. Padahal Rizky sendiri masih memiliki dua adik yang menimba ilmu di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Dasar (SD).

Dengan tanggungan hidup yang besar, Rizky pun memutuskan untuk menjadi driver taksi online sambil tetap jadi guru les privat di sebuah lembaga bimbingan belajar di Yogya untuk siswa TK hingga SMA.

Usaha Rizky menjadi driver Grab tidak lepas dari bantuan pamannya. Ia mengungkap, saat itu pamannya sudah lebih dulu jadi pengemudi GrabCar kemudian menawarinya bergabung.

Dengan bermodal mobil yang pembayarannya diangsur, tanpa ragu Rizky pun langsung mendaftar jadi driver.

Alasan Rizky saat pertama kali bergabung jadi mitra pengemudi Grab karena semata-mata memang ingin membantu perekonomian keluarganya.

Terlebih, saat sang ayah keluar dari pekerjaannya, ada sejumlah cicilan yang menunggak yang tentunya harus dibayar.

Penghasilan Rizky pun bertambah saat ia mulai menjadi driver. Meskipun kerjanya hanya pengemudi paruh waktu, pendapatan maksimal yang diperolehnya bisa mencapai kisaran Rp300 ribu per hari, dengan total sekitar Rp 8 juta setiap bulannya.

Dengan bertambahnya pendapatan, maka Rizky pun bisa mengatur penghasilan sendiri. Tak hanya membayar cicilan dan keperluan lain untuk keluarganya, tapi ia juga membayar keperluan kuliah hingga wisuda.

Bahkan setelah setahun lebih jadi driver, Rizky memutuskan keluar dari tempatnya mengajar les privat. Ia memilih mendirikan tempat mengajar les privat sendiri dengan sisa tabungan sebagai driver.

Rizky mengakui bekerja sebagai driver taksi online sambil menjadi guru les, serta menjadi kewajiban sebagai mahasiswa bukan hal mudah untuk dijalani.

Related posts