Lamarannya Ditolak Ustadzah Cuma Karena Pakai Baju Kaos, Siapa Sangka Pria Itu Ternyata

Berbagisemangat.com – Hampir semua orang tentu ingin memiliki kenangan indah. Begitu pula dalam hal mengungkapkan perasaan, tentunya akan dilakukan dengan cara terbaik pula agar selalu dikenang terutama orang yang menerimanya.

Namun bagaimana jadinya, setelah menyiapkan banyak hal dengan susah payah tapi hasilnya malah ditolak. Seperti yang dialami sosok pria dalam kisah berikut.

Diceritakan. Seorang pria (sebut saja namanya Rafi) berencana untuk melamar seorang ustadzah. Namun saat melamar, ia hanya mengenakan pakaian biasa saja. Ia hanya mengenakan baju kaos, celana jeans, dan sepatu sneakers.

Melihat penampilannya yang demikian, tentu saja sang ustadzah menolak lamarannya karena ia mengaku telah jatuh cinta dengan seorang pria yang biasa menjadi imam di masjid.

Awalnya Rafi memang sedih dengan penolakan tersebut, tetapi ia berusaha untuk menerima semua keputusan sang ustadzah. Namun tak disangka, penolakan ustadzah tersebut ternyata malah membuat ia menyesal.

Sang ustadzah lalu menceritakan kalau ia sebenarnya sangat menyukai seorang pria yang sering jadi imam di masjid. Suaranya merdu dan penampilannya juga begitu mempesona. Tipe pria yang memang diidam-idamkannya.

Terlebih lagi ketika salat dan diimami oleh pria tersebut, sang ustadzah mengaku begitu terbawa suasana. Ia bahkan menangis ketika mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh sang imam.

Sang ustadzah juga beberapa kali memperlihatkan bahwa ia menyukai sang imam sehingga berharap sang imam bisa melamarnya. Ustadzah ini juga adalah anak terpandang.

Sampai suatu hari, pria yang sering menjadi imam tersebut ditawari untuk segera melamar sang ustadzah.

Mendengar tawaran tersebut, sang pria pun berkata kepada sang ustadzah, “Waktu itu ada pria yang ingin melamar dia, tetapi ditolak. Mungkin karena penampilannya jelek, tapi asal tahu pria itu adalah saya.”

Mendengar cerita dari sang imam, sang ustadzah pun hanya bisa terdiam. Ia tidak bisa berkata-kata.

Ditambah ketika sang imam mengaku akan menikah dengan sosok wanita pilihan ibunya. “Lagi pula, minggu depan saya akan menikah dengan wanita lain pilihan ibu.”

Related posts