Menabung 17 Tahun, Penjual Kerupuk di Klaten Ini 2 Kali Tertunda Naik Haji

Berbagisemangat.com – Niat Siti Qomariyah (51) untuk bisa menunaikan ibadah haji diwujudkan dengan menabung setiap hari selama 17 tahun. Namun penjual kerupuk warga Dusun Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten itu tahun ini gagal untuk berangkat ke tanah suci gegara pandemi virus Corona atau (COVID-19).

“Mestinya saya berangkat dengan adik saya tahun 2018. Tapi karena terlambat menumpuk berkas dan foto maka tidak jadi berangkat 2018 dan tahun ini juga tertunda lagi,” kata Siti saat ditemui detikcom di rumahnya, Sabtu (13/6/2020).

Siti menceritakan, dirinya berniat haji sejak 2003. Ia kemudian menabung dari hasil berjualan kerupuk di pasar setiap hari. Akhirnya Siti bisa mendaftar sebagai calon haji pada tahun 2010/2011.

“Jualan kerupuk sedikit demi sedikit uangnya saya tabung. Bukan pegawai dan sawah juga tidak punya sehingga hanya dari jualan kerupuk ke pasar itu biayanya,” ujar Siti.

Tahun ini, lanjut Siti, ia mendapatkan panggilan lagi untuk berangkat haji. Semua tahapan sudah dilalui, mulai dari pendaftaran sampai manasik.

“Manasik di KBIH sudah dilaksanakan dan paspor sudah selesai. Tinggal menunggu manasik akbar dan vaksin meningitis lalu berangkat,” ungkap Siti.

Namun setelah ada wabah Corona dan pemerintah membatalkan pemberangkatan ibadah haji tahun, impian Siti untuk berhaji tertunda untuk kedua kalinya. Siti mengaku ikhlas atas penundaan itu.

“Ya kita menunggu saja dari pemerintah dan saya ikhlas. Semoga tahun 2021 tidak mundur lagi karena sebab lainnya,” tutur Siti.

Meskipun pemerintah memberikan kelonggaran untuk bisa menarik biaya pelunasan, Siti mengaku tidak tertarik. Uang pelunasan di luar uang muka Rp 25 juta tidak akan diambil.

“Tidak akan saya ambil daripada nanti pas akan pelunasan habis dan bingung mencari lagi. Biar tidak saya ambil saja daripada nanti habis,” pungkas Siti.

Suami Siti, Satiman (54) mengatakan dirinya memahami keputusan pemerintah yang membatalkan memberangkatkan calon jemaah haji tahun ini.

“Ya tidak kecewa dan kita ikuti arahan pemerintah sebab nyatanya juga ada Corona. Saya tidak ikut haji sebab mungkin nanti umroh saja,” kata Satiman.

Terpisah, Pembimbing KBIH Arofah Klaten tempat Siti bernaung, M Nurcholis Madjid mengatakan KBIH juga tidak bisa berbuat banyak. Rombongannya ada sekitar 700 jemaah yang tertunda pemberangkatannya.

“Penundaan sudah kita sosialisasi ke calhaj, karena itu keputusan pemerintah ya kita tunggu. Padahal dari sisi tahapan sudah tinggal manasik akbar dan vaksinasi lalu berangkat,” kata Nurcholis.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Klaten Anif Solikin mengatakan jumlah calon jemaah haji dari Klaten yang tertunda keberangkatannya tahun ini sebanyak 1.181 orang.

“Keputusan pemerintah menunda sudah kami sosialisasi ke KBIH, KUA dan kelompok bimbingan haji,” terang Anif.

Artikel : detik.com

Related posts