Mengharukan, Pelanggan Borong Donat agar Penjualnya Bisa Temani Istri yang Sakit

Berbagisemangat.com – Seorang pelanggan toko donat di Seal Beach, California, memborong ratusan donat agar sang pemilik toko dapat menemani istrinya yang sedang sakit. Menurut laporan media lokal, pemilik toko yang diketahui bernama John Chhan itu telah menjalankan bisnis kuliner tersebut bersama istrinya, Stella, selama kurang lebih tiga dekade.

Namun sayangnya, belum lama ini, Stella didiagnosis mengidap aneurisma (pelebaran pembuluh darah abnormal terlokalisasi disebabkan oleh melemahnya dinding pembuluh darah). Pasangan suami istri ini pertama kali datang ke California pada tahun 1979 sebagai pengungsi dari Kamboja.

Untuk bertahan hidup, mereka kemudian memutuskan untuk membuka toko donat di kawasan Pacific Coast Highway. Mengingat kondisi tubuhnya yang semakin menurun, Stella saat ini sedang menjalani proses rehabilitasi dan membutuhkan perawatan dan perhatian penuh dari sang suami tercinta.

Chhan mengatakan, sejak istrinya jatuh sakit, ia menjaga toko mereka seorang diri. Ia pun harus buru-buru meninggalkan toko untuk merawat Stella.

“Dia bisa bicara, dia bisa menulis. Sekarang dia sedang mencoba memakan sesuatu,” kata Chhan kepada CBS.

Setelah mengetahui kondisi Stella, seorang pelanggan reguler Donut City memutuskan untuk memborong ratusan donat, sehingga Chhan bisa menutup tokonya lebih cepat. Beberapa pelanggan bahkan sempat menawarkan untuk membuat akun crowdfunding, namun pasangan suami istri itu menolak. Chhan mengatakan, yang ia butuhkan adalah menghabiskan lebih banyak waktu bersama istrinya.

“Benar-benar luar biasa. Kami membutuhkan orang-orang seperti ini untuk menolong mereka yang sedang kesulitan,” ujar seorang netizen saat berita Chhan mendadak viral di berbagai media sosial.

Beberapa netizen juga turut membantu menyebarkan berita Chhan melalui buletin dan dari mulut ke mulut. Mereka meyakinkan semua orang untuk membeli satu lusin donat setiap pagi. Dengan bantuan para netizen dan pelanggan setianya, Chhan dapat menutup tokonya pada pukul 08.00 waktu setempat dan langsung mengunjungi istrinya di pusat rehabilitasi.

Related posts