Menilik Anak-anak Bantargebang Berjuang Untuk Sekolah

Berbagisemangat.com – Hampir di setiap sudut, gundukan sampah tersaji ketika memasuki perkampungan di Desa Ciketing Udik, RT 01/RW 05, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ya, pemandangan tak sedap itu tidak asing bagi warga di sini.

Pemandangan itu sudah biasa bagi mereka. Termasuk anak-anak di sini, mereka hampir tak menghiraukan dengan kondisi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Sudah terkadung dilahirkan di tanah ini, mereka pun mencoba menerima nasib.

Meski lingkup yang terbilang kumuh, tetapi semangat mereka untuk belajar begitu tinggi. Sekalipun mereka terbentur kondisi ekonomi keluarga yang hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Ada yang sambil menjinjing, ada pula yang tak beralas kaki. Mereka baru saja selesai melaksanakan Salat Zhuhur di Masjid Al Jihad, yang dibangun pada tahun 2016 oleh salah seorang donatur di sekitaran TPSP Bantargebang.

Setelah melaksanakan Salat Zhuhur, mereka lantas kembali ke ruang kelas, yang hanya berjarak beberapa meter dari masjid tersebut. Anak-anak dengan seragam lengkap itu sambil berlalu meninggalkan masjid.

Jalan terlihat sedikit becek, tetapi tak membuat semangat mereka kendur. Terlihat wajah semringah terpancar di antara mereka. Anak-anak di sekolah tersebut terlihat begitu semangat untuk mengikuti proses belajar mengajar di Yayasan Almuhajirin, TPST Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Jarak antara gunungan sampah dengan Yayasan Almuhajirin ini sekitar 250 meter. Tak jarang, banyak yang menutupi hidung mereka dengan kain atau kerudung.

Meski begitu, mereka tetap bertahan dengan situasi seperti ini. Situasi ini memang sudah menjadi bagian hidup mereka sejak dilahirkan. Tak jarang, sejak usai dini mereka sudah ditanamkan membantu orangtuanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

“Rata-rata setelah mereka sekolah membantu, ada yang buka terpal mobil maupun menyobak keresek, limbah plastik,” kata Ketua Yayasan Almuhajirin, Khodir Rohendi ketika ditemui Okezone di Ciketing Udik RT 01/RW 05, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).

Rata-rata pendapatan orang tua mereka yang sekolah di Yayasan AlMuhajirin, pendapatan mereka sekitar Rp20 ribu sampai Rp40 ribu dalam mengais rezeki. Sehingga, sang anak secara otomatis mambantu orangtuanya untuk menopang ekonomi mereka.

“Rata-rata di sini keinginan sang anak, mereka iba melihat kondisi orangtuanya,” kata dia.

Berdasarkan pengamatan Okezone di lapangan, tak jarang anak-anak terlihat tengah berjibaku dengan sampah-sampah yang baru tiba dari truk-truk pengangkut sampah. Mereka membantu truk-truk muatan sampah untuk membuka terpal yang menutupi bagian bak truk tersebut.

Related posts